PERATURAN PERTANDINGAN PENCAK SILAT

Kamis, 21 Februari 2013

Penggolongan pertandingan remaja untuk putra dan putri, berumur diatas 14 s/d 17 tahun. Kebenaran tentang umur dibuktikan denan akte kelahran/ ijazah/ paspor. Pembagian kelas menrut berat badan, penimbangan pertama dilakukan sekurang kurangnya 6 (enam) jam sebelum dimulainya pertandingan pertama dalam satu kejuaraan. pada waktu penimbangan pasilat hanya mengunakan pakaian pencak silat yang kering tanpa sabuk, penimbangan ulang dilakukan 15 (lima belas) menit sebelum pesilat mengikuti pertandingan sesuai dengan jadwalnya.

Peraturan pencak silat

Penggolongan

a. Kategori remaja (14-17 Tahun)- putera-puteri

No Kelas dan golongan Berat badan (Kg)
1 Kelas A 39-42
2 Kelas B 42-45
3 Kelas C 45-48
4 Kelas D 48-51
5 Kelas E 51-54
6 Kelas F 54-57
7 Kelas G 57-60
8 Kelas H 60-63
9 Kelas I 63-66
Keterangan :
• Untuk kelompok bagian puteri, kelas pertandingan hanya sampai H
• Untuk kelompok bagian putera, kelas pertandingan sampai I

b. Kategori dewasa (17-35 Tahun)- putera

No Kelas dan golongan Berat badan (Kg)
1 Kelas A 45-50
2 Kelas B 50-55
3 Kelas C 55-60
4 Kelas D 60-65
5 Kelas E 65-70
6 Kelas F 70-75
7 Kelas G 75-80
8 Kelas H 80-85
9 Kelas I 85-90
10 Kelas J 90-95
Keterangan :
• Untuk berat badan 95 keatas (Putera) dimasukan kedalam kelas bebas

c. Kategori dewasa (17-35 Tahun)- puteri
No Kelas dan golongan Berat badan (Kg)
1 Kelas A 45-50
2 Kelas B 50-55
3 Kelas C 55-60
4 Kelas D 60-65
5 Kelas E 65-70
6 Kelas F 70-75
Keterangan :
• Untuk berat badan 75-90 (Puteri) dimasukan kedalam kelas bebas

B.Gelanggang Pertandingan dan Administrasi


Keterangan :
1. Ketua pertandingan (1 orang)
2. Dewan wasit juri (3 orang )
3. Sekretaris pertandingan
4. Anggota wasit juri (18 orang)
5. Papan nilai
6. Pengamat waktu
7. Goong
8. Penimbang berat badan (2 orang )
9. Tim meis (4 orang )
10. Sudut biru
11. Sudut merah
12. Sudut netral
13. Juri (5 orang)

Administrasi
Administrasi ini terdiri dari bebarapa yarat tertentu dan merupakan lembaran-lembaran blanko yang diantaranya, yaitu
- Pengasan
- Penilaian
- Timbangan
- Pengabsahan
- Laga
- Protes dan sebagainya
pembagian tugas dalam pelaksanaan pertandingan silat ini yaitu:

• Ketua adapun tugasnya yaitu
 Menentukan kebijakan
 Menetukan layak atau tidak layaknya jalan pertandingan


• Sekretaris adapun tugasnya yaitu
 Mengatur dan membagi jadwal
 Mencatat kejadian-kejadian penting pada saat jalanya pertandingan


• Pengawas Timbangan adapun tugasnya yaitu
 Untuk mengawasi setiap peserta lomba yang akan ditimbang berat badanya, sehingga dapat menentukn kelas-kelas dalam pertandingan

• Teknik Dilegit adapun tugasnya yaitu
 Untuk memantau kinerja wasit juri yang harus berasal dari wasit juri Jawa Barat

Perlengkapan pesilat
perlengkapan yang digunakan oleh para peslat berfungsi untuk melindngi bagian bagian tubuh tertentu yag bersifat fital bagipara pesilat, diantaranya :
i. Pakaian Hitam-hitam(gambar 1.1-lampiran)
   Merupakan pakaian wajib bagi para peilat
ii. Body Protector (gambar 1.2, 1.3 dan 1.4-lampiran)
    Melidungi bagian tubuh bagian atas pilat dari puklan dan tendangan pesilat lain
iii. Pelindung Kemaluan
     Melindungi kemaluan dari tedangan pesilat lain
iv. Pelidung Gigi
     Melindungi lidah agar tidak tergigit

Waktu pertadingan
Dalam pertandingan silat, setiap satu kali pertandingan terdiri dari tiga babak. Setiap babak menghabiskan waktu selama tiga menit, yang terdiri dari dua menit waktu bertanding dan satu menit waktu itirahat. Setiap pertadingn akan terdengar bunyi bel/goong yang dibunyikan timer untuk menandakan berawak atau berakhirnya pertandingan.
Detail:
• Ronde 1, main dua menit dan istirahat satu menit
• Ronde 11, main dua menit dan istirahat satu menit
• Ronde 111, main dua menit

Sasaran dan aba-aba yang digunakan
i. Sasaran
Sasaran dalam silat adalah
• Dada
• Perut
• Rusuk kiri dan kanan
• Punggung untuk bagian belakang
apabila pesilat memukul bagian bagian selain bagian yang tercantum diatas, peilat akan diberi peringatan oleh wasit, dan apabila sudah tiga kali peringatan maka nilainya akan dikurangi satu point


ii. Aba-aba
Aba-aba yang diunakan daam silat adalah:
• Bersedia
• Mulai
• Berhenti
• Pesilat
• Pasang


Prestasi teknik
Prestasi teknik adalah nilai yang diberikan kepada pesilat apabila melakukan teknik dalam dilat terhadap pesilat lain. diantaranya:
• Pukulan mendapatkan nilai 1
• Tendangan mendapatkan nilai 2
• Jatuhan mendapatkan nilai 3
• Tangkapan mendapatkan nilai 5

Keterangan:
- Jatuhan dianggap tidak sah bila kedua peasilat jatuh secara bersamaan
- Jika melakukan teknik sambil menghindar, maka diberi nilai point tambahan +1,   seperti    menghindar-menendang maka nilainya 2 (untuk tendangan ) +1 (disertai   menghindar    sebelumnya), dan seterusnya
- Bagian-bagian tertentu yang dalam pencak silat tidak boleh melakukan tendangan,   pukulan    dan sebagainya (penjlasan lanjutan tentang bagian yang tidak boleh   diserang), yaitu:
   o Bagin dari leher keatas dan bagian alat vital merupakam bagian yang tidak boleh   diserang    dan jika bagian itu terkena pukulan, tendangan atau lainya maka akan   terjadi fol atau dis
- Jika dalam penilaian (khususnya bantingan terdapat keragu-raguan maka juri akan   berkumpul    mengambil voting untuk meetukan yang sah atau tidaknya bantingan   tersebut

Penentuan pemenang
Pemenang dalam satu pertandingan akan dtetukan oleh kumlah nilai yang diperoleh ketika melakukan pertandingan. Ketika penentuan pemenang juri akan mengangkat bndera merah atau biru (bendera merah di tangan kiri dan bendera biru di tangan kanan)

Jenis-jenis Pelindung Tubuh untuk Pencak Silat


Pencak silat merupakan salah satu olah raga bela diri yang ekstrim dan bisa mengakibatkan cedera jika tanpa memakai pelindung tubuh. Karena begitu berbahaya, maka setiap pertandingan pasti menyertakan ketentuan-ketentuan yang harus diikuti, termasuk juga dalam hal pengamanan dan pelindung tubuh.
Berdasarkan ketentuan tersebut, ada beberapa jenis pelindung tubuh yang harus dipakai oleh atlet bela diri saat bertanding. Pelindung tubuh ini termasuk perlengkapan tanding dalam kategori pakaian.
Pelindung tubuh pertama adalah pelindung badan. Pelindung badan harus dipakai oleh setiap atlet bela diri. Pelindung badan ini biasanya berwarna hitam, lokasinya akan menutupi bagian dada, perut, punggung serta tubuh bagian samping dan berfungsi untuk melindungi bagian tubuh mulai dari leher ke bawah. Untuk perlindungan lebih, pelindung badan ini harus dilengkapi dengan sabuk berwarna merah atau hitam yang selain untuk melindungi bagian pinggang juga berfungsi untuk tanda pengenal sudut.
Pelindung tubuh yang juga harus dipakai oleh atlet pencak silat adalah pelindung sendi. Bela diri merupakan olah raga yang membuat tubuh aktif bergerak, mengakibatkan benturan lembut atau pun keras pada banyak anggota tubuh. Sendi merupakah area tubuh yang rawan, karena posisinya yang berada di depan ketika benturan tersebut terjadi. Atlet bela diri harus menyediakan pelindung sendi ini, yang berupa pelindung satu lapis dengan ukuran tipis agar gerakan atlet tidak lambat atau pun berat.
Selain sendi dan dada, bagian kemaluan juga merupakan organ yang rawan dengan benturan, tendangan atau pun tinju. Apalagi posisi kemaluan juga rentan dan akan langsung dalam posisi terbuka ketika atlet menyerang lawan dengan tendangan. Untuk itu, setiap atlet juga harus memakai pelindung kemaluan ketika bertanding. Untuk atlet pria, tersedia pelindung tubuh yang berbentuk celana dalam dengan bagian tebal di depan tepatnya di bagian kemaluan. Pelindung ini terbuat dari bahan plastik, biasanya berwarna putih. Atlet wanita juga harus memakai pelindung kemaluan. Pelindung ini berupa pembalut khusus, yang berfungsi sebagai bantalan pelindung jika terjadi benturan.
Pelindung tubuh di atas sesuai dengan peraturan pertandingan, namun selain itu ada juga beberapa pelindung tambahan seperti pelindung kaki. Pelindung kaki ini berupa selongsong yang dipasang pada kaki, menutupi kaki mulai dari bagian lutut hingga telapak kaki dan hanya terbuka pada bagian jari-jari kaki. Pelindung kaki berfungsi untuk melindungi tulang kering terhadap benturan. Tulang kering rawan dengan kecelakaan, selain itu jika terkena benturan atlet akan merasakan kesakitan yang luar biasa dan bisa mengacaukan pertandingan. Pelindung tangan juga dianjurkan, biasanya berupa selongsong yang menutupi lengan bagian siku ke bawah hingga pergelangan tangan.

Unsur Dalam Pencak SIlat

Rabu, 20 Februari 2013

Pencak silat sering disebut sebagai seni bela diri yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri bisaberarti seni dalam pembelaan diri atau dapat dimaknai sebagai dua pengertian yaitu : Seni dan bela diri.
Apabila kita kembali ke sejarah terciptanya istilah pencak silat, pengertian kedua ini yang lebih mendekati. Tetapi bila kita kembali ke makna awal bahwa pencak silat adalah alat untuk membela diri, maka seni bela diri adalah :
seni untuk membela diri.
Seni adalah suatukeindahan yang dapat dinikmati baik kasat mata maupun tidak kasat mata, seni adalah suatu pola baik nyata maupun abstrak, oleh karena itu seni bela diri adalah “suatu pola teratur yangdapat dinikmati keindahannya dalam suatu aksi pembelaan diri”. Bela diri sendiri bermakna suatu pertarungan/pertempuran baik secara fisik atau pun non fisik. Non fisik tidak berartimistik/magic . Non fisik dalam bela diri bisa berupa aktivitas lisan (negosiasi), sikap (ramah,sopan santun, mengalah, tegas)Berdasarkan uraian di atas, maka unsur-unsur Seni dan bela diri dalam pencak silat mencakup dua aspek, yaitu :
1.    Aspek lahir, yang terdiri dari : teknik, jurus, aplikasi, kaedah/kaidah.
2.    Aspek batin, yang terdiri dari : sikap/perilaku, filosofi, ketuhanan.

TEKNIK
            Teknik adalah sistim atau cara melakukan suatu gerakan atau tidak melakukan apa-apa dalampencak silat. Diam, atau tidak melakukan apa-apa juga merupakan suatu teknik, contohnyaadalah sikap tenang dengan memandang tajam ke arah lawan. Ada ratusan bahkan ribuanteknik dalam pencak silat yang mencakup beragam gaya dan bentuk. Contoh : teknik memukul, pukulan lurus ke depan bisa dilakukan dengan tangan terkepal atau jari terbuka,menggunakan buku jari tangan, dan sebagainya yang disesuaikan dengan tujuan/sasaran dankondisi lawan. Teknik memukul tidak selalu ke depan, bisa menyamping/diagonal, ke atas,vertikal, atau mengayun dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan atau sebalik nya. Masing-masing aliran/perguruan mempunyai teknik sendiri dan kemungkinan kesamaan dengan pencak silat lainnya.Secara umum teknik dalam pencak silat dapat dibagi menjadi :
1.    Sikap : sikap di sini berarti keadaan seorang pesilat dalam sebuah pertarungan, apakahitu pertandingan atau pertarungan sebenarnya. Sikap kadang disebut juga sebagai “sikap pasang”, style , gaya berdiri, ataupun kuda-kuda. Sikap tiap pesilat akan berbedatergantung aliran yang dipelajarinya. Ada yang bersikap tenang dengan berdiri teguh,ada yang tampak bersahaja, ada yang berdiri dengan kuda-kuda kokoh, dan sebagainya. Seorang pesilat yang berpengalaman akan mudah menilai lawannya dari sikap yangditunjukkannya.
2.    Teknik menyerang (memukul, menendang, menjatuhkan) : penyerangan dalam pencak silat mempunyai gaya dan pola yang teratur dan terarah, yang membedakannya dariserangan ngawur orang awam. Menyerang dapat dilakukan dengan seluruh anggotabadan dan ke seluruh anggota badan lawan. Di sinilah letak perbedaan antara pencak silat yang dipertandingkan dengan pencak silat tradisional. Pencak silat sport memilikiaturan tertentu yang melarang petanding untuk menyerang daerah berbahaya lawan seperti kemaluan, daerah serangan adalah sekitar badan yang terlindung body  protector. Sedangkan pencak silat tradisional yang pada dasarnya untuk membela diridalam keadaan sesungguhnya menghalalkan segala cara menyerang dan bagian tubuhuntuk diserang.
3.    Teknik menghindar : ada banyak ragam teknik menghindar, misalnya serangan lurus kedepan bisa dihindari dengan mundur satu langkah, bergerak menyamping, ataumerundukan tubuh yang dikombinasikan dengan gerakan kaki yang terpola.
4.    Teknik menangkis : menangkis umumnya menggunakan tangan, tetapi bisa jugamenggunakan kaki, untuk menangkis tendangan. Pesilat Cimande terkenal dengankekuatan otot dan tulang nya yang dilatih secara khusus dengan metode tertentu. Tangkisan yang dilakukan oleh seorang pesilat Cimande dengan mengadu tulang(tangan atau kaki) dapat mematahkan tulang lawannya. Tangkisan seorang pesilat yangmengandalkan rasa, akan terasa lembut tapi mematikan. Menangkis kadang diikutidengan menangkap tangan lawan.
5.    Teknik melangkah : secara umum melangkah dalam pencak silat menuju arah empatmata angin (biasa nya disebut pancer ). yaitu ke depan, ke belakang, ke kanan dan kekiri. Pola langkah sangat variatif bentuk dan teknik nya, ada langkah segitiga, langkahsegiempat, pola langkah tapal kuda, langkah melingkar, dan sebagai nya. Masing-masing teknik dan pola langkah akan berbeda antara satu pencak silat dengan pencak silat lainnya. Tujuan utama dari melangkah adalah “memenangkan posisi” danmendapatkan kelemahan lawan, dengan demikian pola langkah yang terlatih akansangat membantu dalam sebuah pertarungan. Melangkah dalam pencak silat bisadilakukan secara normal (memindahkan posisi kaki seperti berjalan), dengan meloncat,atau dengan langkah seser yaitu perpindahan posisi kaki dengan tidak mengangkatkaki, tetapi menggeser menyusuri lantai. Masing-masing teknik itu mempunyai tujuantertentu.Dalam eBook ini tidak akan dibahas secara detil mengenai beragam teknik tersebut karena akanmemakan banyak sekali halaman buku.
JURUS
Ada yang mengartikan jurus sebagai JUJUR dan LURUS, yang maksudnya seorang pesilat harus jujur dan berperilaku lurus. Secara filosofi hal itu benar sekali, tetapi dalam sebuah teknik danaplikasi pencak silat hal itu tidak selalu benar. Serangan tidak harus selalu lurus, bisamenyamping, melangkah pun tidak harus lurus. Jujur? Dalam pencak silat tradisional dikenalungkapan “teknik yang licik”, artinya serangan (kadang-kadang hindaran) dilakukan dengantrik-trik tertentu untuk menipu lawan. Jadi dalam sebuah pertarungan pesilat tidak harus JUJUR dan LURUS.Jurus adalah suatu pola gerak/rangkaian gerak yang teratur, mempunyai tujuan tertentu danmenjadi dasar/fondasi suatu teknik bela diri
Setiap aliran dan perguruan mempunyai jurus masing-masing, ada yang mirip satu sama lain,ada yang sangat berbeda. Hal tersebut dipengaruhi oleh karakter, kondisi lingkungan, sertaadat dan budaya di mana jurus itu diciptakan. Saling pengaruh dan keterkaitan juga membuatbanyak jurus yang mirip satu sama lain. Seorang pesilat yang jujur akan mengakui dari mana jurus itu didapatkan, atau dari aliran mana inspirasi jurus itu tercipta.Pada umumnya setiap aliran dan perguruan mewajibkan muridnya melatih jurus karena alasan-alasan sebagai berikut : 1. Bentuk jurus akan mencirikan aliran/perguruannya, karena tidak adasatu jurus pun yang 100 persen sama persis. 2. Tanpa menguasai dan memahami jurus,aplikasi yang diharapkan akan kurang sempurna, 3. Dalam jurus terkandung makna dan filosofiyang dalam yang dapat membentuk karakter dan kepribadian seorang pesilat menjadi satria.
APLIKASI
Tanpa menguasai aplikasi, seorang pesilat tidak akan bisa menerapkan pencak silat yang dipelajarinya dengan maksimal. Aplikasi adalah buah dari jurus yang dipelajari dandigunakan dalam sebuah pertarungan. Unsur bela diri dalam pencak silat terwujud dari aplikasiini, itulah sebabnya trend saat ini memunculkan banyak tempat pelatihan bela diri yang hanyamengajarkan aplikasi pencak silat.Banyak orang yang skpetis terhadap aplikasi pencak silat dalam kejadian yang sesungguhnya (real fight ). Pendapat skeptis itu menyatakan bahwa belajar pencak silat tidak ada gunanyasebab pada kejadian sesungguhnya ternyata aplikasi itu tidak bisa diimplementasikan, dan tidak ada beda nya dengan orang yang tidak belajar pencak silat. Pendapat itu tidak bisadisalahkan sepenuhnya karena alasan-alasan antara lain :
1.    Yang tertanam di benak umumadalah pencak silat sport, dimana ciri pencak silat hanya nampak pada saat “kembangan” saja,setelah itu mereka hanya saling bergumul,
2. Mereka yang belajar silat tidak mempelajarikaedah, hanya mengejar teknik-teknik aplikasi baku, sehingga apabila bertemu dengan kejadianyang tidak pernah dipelajari, dia akan kebingungan sendiri.Oleh karena itu aplikasi ini tidak akan pernah bisa dipisahkan dari pemahaman jurus dankaedah yang terkandung di dalam nya. Hubungan antara jurus, aplikasi, dan kaedah silat dapatdigambarkan sebagai berikut :
 Salah satu contoh adalah gerakan suliwa/seliwa. Ini sebenar nya adalah suatu kaedah, bukan semata gerakan yang bersilangan atau berlawanan. Dalam tahap awal pembelajaran –dalam aliran silat sunda dan betawi misalnya- kita berlatih gerakan suliwa adalah untuk “bisa” mengantisipasi gerakan jurus (serangan lurus dengan tangan dan kaki yang sama). Suliwa digunakan untuk menghindar lalu menyerang balik,ini pelajaran dasar. Karena aplikasi gerak/jurus suliwa bisa menghindari serangan pukulan/tendangan. “Menghindar dan berlawanan”, ini lah kaedah yang harus kita mengerti. Filosofi yang terkandung di dalam nya sangat dalam dan luas.Dalam kehidupan ini gerakan/kaedah suliwa sangat applicable.Bukankah kita diajarkan untuk menghindari perbuatan buruk,menghindari sengketa, menjauhi permasalahan? Dan bukankah alam semesta serta isi nya ini selalu berpasangan dan “berlawanan?”.Latihlah gerakan suliwa sampai mahir, kuasailah teknik nya, tapi  jangan lupa untuk memahami dan mengerti kaedah dan filosofi nya.Bertanyalah tentang isi dan makna bukan semata aplikasi pertarungan,maka para guru akan dengan senang hati memberikan penjelasan dan berbangga hati karena mempunyai murid yang akan mewarisi nilai-nilai luhur pencak silat. Jadi kalau kita masih saja menemukan guru yang mengajar dengan metode “jalani aja dulu, nanti lama-lama juga bisa”,bukan berarti guru tersebut kuno dan pelit aplikasi, hanya saja kita perlu merobah pertanyaan kita.Dengan memahami dan mengerti sedalam-dalam nya kaedah gerakan suliwa, maka aplikasi yang kita butuhkan akan mengalir dan keluar dengan sendiri nya dalam situasi dan kondisi pertarungan apa pun,karena kita sudah tidak terjebak lagi dengan konsep-konsep baku suatu pertarungan.
SENJATA
Ada banyak macam senjata dalam pencak silat, antara lain : pisau, golok, pedang, toya, clurit,kerambit, bahkan kipas, selendang, sarung pun bisa digunakan sebagai senjata. Ada yangberpendapat bahwa senjata hanyalah kepanjangan tangan saja dalam pencak silat, ada pulayang mengkhususkan diri mempelajari jurus-jurus senjata. Salah salu aliran silat yang khusus mempelajari senjata adalah silat golok seliwa dari betawi yang dikembangkan dan diajarkanoleh Bang Husin dari Kebalen, Kebayoran Baru. Pencak silat dari Madura mempunyai ciri khaspermainan clurit seperti aliran silat Are’ Seka yang kini dikembangkan oleh Mas Mohamad Amindi surabaya. Beberapa aliran/perguruan silat juga ada yang memainkan keris sebagai senjata(khusus nya di Jawa tengah, Jawa Timur, Bali. Badik di Sulawesi, dan rencong di Aceh.Beragam nya jenis senjata dan jurus-jurus yang dapat dimainkannya menunjukkan betapa kayanya ragam pencak silat di Indonesia
KAEDAH/KAIDAH
Pencak silat tidak akan ada artinya tanpa pemahaman akan kaedah yangmerupaka bagian tak terpisahkan dalam sebuah aliran/perguruan. Kaedah adalah nyawa daripencak silat, tanpa penguasaan kaedah aplikasi pencak silat bagaikan robot yang terprogram.Ada banyak kaedah dalam pencak silat, masing-masing aliran mempunyai kaedah tersendiridengan penyebutan yang khas, walaupun dari segi isi nya kadang ada kesamaan antara satualiran/perguruan dengan lainnya. Beberapa kaedah dapat disebutkan di sini antara lain :
1.    Maenpo Cikalong Pasar Baru, Cianjur dari garis keilmuan RH. O. Soleh (Gan Uweh)mempunyai kaedah madi, sabandar, kari. Kaedah “madi” berarti pemahaman akankemampuan mengukur, mengontrol, dan membendung tenaga lawan. Diperlukanpemahaman dan latihan yang mendalam untuk menguasai kaedah ini. Kaedah “sabandar” berarti pemahaman akan kemampuan merubah keadaan dan/atau posisi kitaterhadap lawan untuk mendapatkan keuntungan. Sedangkan “kari” berarti finishing  atauserangan terhadap lawan. Ketiga kaedah tersebut harus dimengerti dan dipahami agardapat diaplikasikan dalam tiap kondisi pertarungan.
2.    Amengan Gerak Gulung Budidaya mengenal antara lain kaedah “ leuleus ”dan leungeun asal. Leuleus dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai “lemas”, tapi bukanberarti lemas tanpa daya tanpa tenaga. Lemas disini lebih kepada pengertian gerakanyang dilakukan mengalir sedemikian rupa, tidak tegang, alami dan penggunaan tenagayang terukur. Leungeun asal diambil dari kaidah alami manusia, dilatih dengan caraberjalan alami dengan melenggangkan tangan. Tujuan dari latihan ini adalah gerakanyang tercipta diharapkan mengalir secara alami dan dapat mengantisipasi berbagaiserangan lawan.
3.    Dalam banyak aliran pencak silat Sunda ada kaedah serong dilawan lurus, lurus dilawanserong. Artinya apabila lawan menyerang lurus maka diantisipsi dengan posis serong/menyamping, begitu pula sebalik nya. Ada pula kaedah membuyarkankonsentrasi lawan dengan membuatnya “kaget”, “sakit”, dan “geli”, masih banyak lagikaedah yang tersimpan dalam khasanah pencak silat tradisinal.
4.    Kelatnas PERISAI DIRI mengenal kaedah tek-sek,yaitu suatu kaedah serangan seketikayang mematikan
5.    Dalam beberapa aliran pemcak silat dikenal kaedah pengaturan tenaga yaitu tenagasatu, setengah, dan kosong. Secara sederhana, tenaga satu bisa diartikan sebagaitenaga penuh (full power ), tenaga setengah adalah sebagian dari tenaga penuh,sedangkan kosong berarti tenaga yang hampir tidak bisa dirasakan oleh lawan sertamengosongkan tenaga dan kehendak lawan (pada tataran tertentu : mengosongkanhawa nafsu). Kaedah pengaturan tenaga ini sangat penting dimengerti dan dikuasai,sebab pencak silat mengenal prinsip size doesn’t matter artinya seorang yang badannyakecil bisa mengalahkan lawan yang fisik nya lebih besar dan tenaga nya lebih kuat.Kemampuan mengatur dan memanipulasi tenaga ini sangat penting dalam aplikasipencak silat.
6.    Dan lain-lain kaedah yang masih sangat banyak, yang membutuhkan satu bab tersendiriuntuk membahasnya SIKAP/PERILAKU, FILOSOFI DAN KETUHANAN Pencak silat yang lahir dari kultur budaya lokal, penuh dengan muatan filosofi, tata budaya danketuhanan. Hal ini disebabkan pada umum nya pencak silat “diciptakan” oleh para tokoh yangarif, bijaksana dan menekuni dunia spriitual.Syech Kumango, pencipta aliransilek kumango dari Minang adalah seorang syech pemimpin Thareqat Naqsabandiyah, Raden H Ibrahim Jayaperbata pencipta
Maenpo Cikalong
adalahbangsawan Cianjur yang memilih jalan spiritual hingga dari hasil tirakat nya terciptalah Maenpo Cikalong yang kita kenal sekarangBahkan Nini Datu suri Dirajo yang telah disebutkan di atas dalam Tambo Alam Minangkabauadalah seorang yang bijak bestari, filsuf, ahli dalam kesenian, dan sakti. Karena itulah dalam silek Minang yang kita kenal sekarang, tiap gerakan nya tampak begitu indah dan mengandungmuatan filosofi yang sangat dalam.Para tokoh pencak silat generasi berikut nya juga berasal dari kalangan “bukan orangkebanyakan. Sebut saja Eyang Suro pendiri Perguruan Setia Hati, Pak Dirdjo pendir Perisai Diri,Mpu R Samiadji Niti Yudha Negara pendiri Krida Yudha Sinalika, dan lain-lainya.Seseorang yang belajar dan berlatih pencak silat dengan niat yang tulus, sungguh-sungguh danmenghayati setiap hal yang diberikan gurunya tentu akan mengamalkan sikap dan perilakuyang sesuai dengan nilai-nilai filsofi dan ketuhanan. Yang paling sederhana adalah menerapkanfilosofi SILAT UNTUK SILATURAHIM. Pepatah Minang mengajarkan : “lahir silat mencari kawan,batin silat mencari Tuhan” dan “alam takambang menjadi guru”. Nasehat dari Raden ObingIbrahim muird dari Raden Haji Ibrahim dibawah ini patut kita renungkan bersama:

Senjata Dalam Pencak Silat

1 Keris: sebuah senjata tikam berbentuk pidau kecil, sering dengan bilah bergelombang yang dibuat dengan melipat berbagai jenis logam bersama-sama dan kemudian cuci dalam asam.
2 Kujang: pisau khas Sunda
3 Samping/Linso: selendang kain sutera dipakai sekitar pinggang atau bahu, yang digunakan dalam penguncian teknik dan untuk pertahanan terhadap pisau.
4 Galah: tongkat yang terbuat dari kayu, baja atau bambu .
5 Cindai: kain, biasanya dipakai sebagai sarung atau dibungkus sebagai kepala gigi. Tradisional perempuan menutupi kepala mereka dengan kain yang dapat diubah menjadi cindai.
6 Tongkat/Toya: tongkat berjalan yang dibawa oleh orang tua, pengelana dan musafir.
7 Kipas: kipas lipat tradisional yang kerangkanya dapat terbuat dari kayu atau besi.
8 Kerambit/Kuku Machan: sebuah pisau berbentuk seperti cakar harimau yang bisa diselipkan di rambut perempuan.
9 Sabit/Clurit: sebuah sabit, biasa digunakan dalam pertanian, budidaya dan panen tanaman.
10 Sundang: sebuah ujung pedang ganda Bugis, sering berombak-berbilah
11 Rencong: belati Aceh yang sedikit melengkung
12 Tumbuk Lada: belati kecil yang juga sedikit melengkung mirip rencong, secara harfiah berarti “penghancur lada”.
13 Gada: senjata tumpul yang terbuat dari baja.
14 Tombak: lembing yang terbuat dari bambu, baja atau kayu yang kadang-kadang memiliki bulu yang menempel di dekat pisau.
15 Parang/Golok: pedang pendek yang biasa digunakan dalam tugas sehari-hari seperti memotong saat menyisir hutan.
16 Trisula: tiga sula atau senjata bercabang tiga
17 Chabang/Cabang: trisula bergagang pendek, secara harfiah berarti “cabang”.

kisah silat

Pencak Silat adalah seni beladiri yang berakar pada rumpun Melayu. Seni beladiri ini banyak ditemukan di Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan negara-negara yang berbatasan dengan negara etnis Melayu tersebut. Banyak ahli sejarah menyatakan bahwa Pencak Silat pertama kali ditemukan di Riau pada jaman kerajaan Sriwijaya di abad VII walaupun dalam bentuk yang masih kasar. Seni beladiri Melayu ini kemudian menyebar ke seluruh wilayah kerajaan Sriwijaya, semenanjung Malaka, dan Pulau Jawa.
Namun keberadaan Pencak Silat baru tercatat dalam buku sastra pada abad XI. Dikatakan bahwa Datuk Suri Diraja dari Kerajaan Pahariyangan di kaki gunung Merapi, telah mengembangkan silat Minangkabau disamping bentuk kesenian lainnya. Silat Minangkabau ini kemudian menyebar ke daerah lain seiring dengan migrasi para perantau. Seni beladiri Melayu ini mencapai puncak kejayaannya pada jaman kerajaan Majapahit di abad XVI. Kerajaan Majapahit memanfaatkan pencak silat sebagai ilmu perang untuk memperluas wilayah teritorialnya.
Kerajaan Majapahit menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara. Hanya kerajaan Priyangan di tanah Pasundan yang tidak dapat dikuasai penuh oleh Kerajaan Majapahit. Tentara kerajaan Priyangan ini terkenal akan kehebatan pencak silatnya. Karena wilayahnya yang terisolir, dan terbatasnya pengaruh Majapahit, seni beladiri kerajaan Priyangan hampir tidak mendapat pengaruh dari silat Minangkabau. Pencak silat priyangan ini terkenal dengan nama Cimande.
Para ahli sejarah dan kalangan pendekar pada umumnya sepakat bahwa berbagai aliran Pencak Silat yang berkembang dewasa ini, bersumber dari dua gaya yang berasal dari Sumatra Barat dan Jawa Barat seperti diuraikan di atas.
Aspek-aspek Pencak Silat
IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) mendefinisikan pencak silat sebagai suatu kesatuan dari empat unsur yaitu unsur seni, beladiri, olahraga, dan olahbatin.Unsur seni merupakan wujud budaya dalam bentuk kaidah gerak dan irama yang tunduk pada keseimbangan, keselarasan, dan keserasian. Unsur beladiri memperkuat naluri manusia untuk membela diri terhadap berbagai ancaman dan bahaya, dengan teknik dan taktik yang efektif.Unsur olahraga mengembangkan kegiatan jasmani untuk mendapatkan kebugaran, ketangkasan, maupun prestasi olahraga.

Teknik Dasar Pencak Silat

Sikap Pasang
Sikap pasang adalah teknik berposisi siap tempur optimal dalam menghadapi lawan yg dilaksanakan secara teknis dan efektif.Sikap pasang dapat berpola serangan atau belaan.Dalam pelaksanaanya sikap pasang merupakan kombinasi dan koordinasi kreatif dari kuda-kuda,sikap tubuh,dan sikap tangan.ditinjau dari taktik penggunaanya terdiri dari

1. Sikap pasang Terbuka
Yakni sikap pasang dengan posisi tangan dan lengan yg tidak melindungi tubuh
sikap pasang terbuka
Sikap Pasang Terbuka

2. Sikap pasang tertutup
Yakni Sikap Pasang dengan posisi tangan dan lengan yg melindungi tubuh. Sikap pasang dalam kombinasi dan koordinasi dengan kuda-kuda meliputi.
a. Sikap pasang dengan kuda-kuda depan sejajar
sikap pasang kuda21
Sikap pasang dengan kuda-kuda depan sejajar


b. Sikap Pasang dengan kuda-kuda badan berputar
sikap pasang kuda22
Sikap Pasang dengan kuda-kuda badan berputar

c. Sikap pasang dengan kuda-kuda serong  depan
sikap pasang kuda23
Sikap pasang dengan kuda-kuda serong  depan
  
  
d. Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap
sikap pasang kuda24Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap

e. Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap
sikap pasang kuda25
Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap

f. Sikap pasang dengan kuda-kuda tengah menyamping
sikap pasang kuda26
Sikap pasang dengan kuda-kuda tengah menyamping    

  
g. Sikap Pasang dengan kuda-kuda  silang depan
sikap pasang kuda27Sikap Pasang dengan kuda-kuda  silang depan

h. Sikap pasang  dengan satu kaki diangkat
sikap pasang kuda28Sikap Pasang dengan satu kaki di angkat.


Gerak Langka
Gerak langkah adalah teknik berpindah atau mengubah posisi di sertai dengan kewaspadaan mental dan indera secara optimal untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan (Favourable/condusive) dalam rangka mendekati atau menjauhi lawan bagi kepentingan serangan dan belaan yang dilaksanakan secara taktis dan dalam pelaksanaannya selalu di kombinasikan dan di koordinasikan dengan sikap tangan
Gerak Langkah dilihat dari beberapa segi yaitu :
1. Gerak langkah dari arahnya meliputi :
    a. Gerak Langkah ke belakang
    b. Gerak langkah serong kebelakang
    c. Gerak langkah ke kiri
    d. Gerak langkah serong kiri depan
    e. Gerak langkah kedepan
    f. Gerak Langkah serong kanan depan
    g. Gerak langkah ke kanan
    h. Gerak langkah seronh kanan belakang

2. Gerak Langkah ditinjau dari cara melaksanakannya, meliputi :
    a. Gerak langkah angkatan
    b. Gerak langkah geseran
    c. Gerak langkah ingsutan (seseran)
    d. Gerak Langkah putaran

3. Gerak Langkah ditinjau dari pola taktiknya, meliputi
    a. Gerak langkah lurus
    b. Gerak langkahzig-zag(gergaji)
    c. Gerak langkah Segitiga
    d. Gerak langkah ladam (tapal Kuda)
    e. Gerak langkah Liuk (meander)
    f. Gerak Langkah ganda


Tangkisan
Adalah suatu teknik untuk menggagalkan serangan lawan dengan melakukan tindakan menahan serangan lawan dengan tangan,kaki dan tubuh. Contoh tangkisan antara lain Tepis,Gedik,Kelit,Siku dan Potong.

1. Tangkisan Tepis
Yakni tangkisan dengan menggunakan satu atau ke dua telapak tangan terbuka dengan kenaannya telapak dalam,arah gerakannya dari dalam keluar dan atas kebawah.
tangkisan tepisan1Tangkisan Tepis    

2. Tangkisan Gedik
Yakni tangkisan yang kenaanya lengan bawah dalam dengan lintasan dari atas    kebawah
tangkisan gerdik1
Tangkisan Gedik    
tangkisan gerdik2
Tangkisan Gedik    


3. Tangkisan kelit
Yakni tangkisan yg menggunakan satu lengan dengan telapak tangan terbuka  yang   kenaanya telapak tangan luar dan arah dari dalam keluar

4. Tangkisan siku
Yakni tangkisan yang menggunakan siku dengan lintasan dari luar ke dalam.
tangkisan siku1Tangkisan Siku

tangkisan siku2Tangkisan Siku
  
5. Tangkisan potong
Yakni tangkisan yang menggunakan satu tangan dan lengan di gerakkan ke samping seperti gerakan memotong dengan kenaannya lengan bawah luar dengan posisi tangan terbuka.
tangkisan potong1
Tangkisan Potong

tangkisan potong2Tangkisan Potong


Pukulan
Dalam Pencak Silat Olah Raga sesuai dengan peraturan yang ada,disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pukulan adalah berbagai macam teknik serangan yg di lakukan dengan mempergunakan tangan sebagai komponennya.
Jadi secara singkat dapat di jelaskan bahwa dalam Pencak Silat segala teknik pukulan yang terdapat dalam Pencak Silat (dalam bentuk apaun) boleh dipergunakan untuk menyerang yang disahkan dalam upaya memperoleh angka
Dari Sekian banyak teknik yang terdapat dalam pencak silat,dalam pelaksanannya Pencak Silat Olah Raga ternyata tidak dapat dipergunakan,denagn pertimbangan efesiensi dan efektivitas serta keselamatan pesilat.Dalam pertandingan Pencak Silat Olah Raga,teknik pukulan yang sering dipergunakan adalah : pukulan depan,pukulan sangkol/bandul , pukulan samping dan pukulan lingkar.
    Pukulan Depan.
          Pukulan depan adalah pukulan yang dilakukan dengan lintasan lurus kedepan,yang mencapai hasil optimal dapat dilakukan dengan dibantu oleh pergerakan bahu putaran pinggang yang mendukung untuk pemindahan beraat badan kedepan (tangan yang menyerang).Pukulan ini dapat dilakukan dalam dua sikap tubuh yang berbeda,yaitu
      Pukulan depan dengan posisi tangan yang dipergunakan untuk menyerang,sejajar dengan posisi   kaki yang berada didepan (jab)
     Pukulan depan dengan posisi tangan yang dipergunakan untuk menyerang,tidak sejajar dengan posisi kaki yang berada di depan (Straight)
Pukulan depan    
         2.  Pukulan Sangkol
             Yaitu Pukulan yang dilakukan dengan posisi tangan ditekuk (90 %).Lintasan pukulan adalah diayun dari bawah ke atas.Pukulan ini dapat dilaksanakan dengan posisi kaki yg bervariasi,baik dengan posisi kaki depan sejajar dengan tangan yang dipergunakan yuntuk menyerang maupun tidak.
Pukulan Sangkol  
        3. Pukulan Lingkar
            Yaitu pukulan yang dilakukan denagn lintasan pukulan dari arah samping luat tubuh pesilat menuju ke arah dalam tubuh pesilat.Untuk mendukung tercapainya hasil optimal dari pukulan lingkar ini,harus di dukung dengan pergerakan bahu dan pinggang yang searah dengan arah pukulan.hal ini akan menambah bobot dengan adanya dorongan berat badan pesilat ke tangannya.
Pukulan Lingkar  
        4. Pukulan Samping
              Perkiraan dari teknik pukulan samping ini adalah punggung tangan.Adapun lintasan dari samping dalam tubuh pesilat ke arah luar tubuh pesilat.
Pukulan Samping
5.  Tendangan
      Tendangan merupakan teknik dan taktik serangan yang mempergunakan untuk jarak jangkau jauh dan sedang mempergunakan tungkai sebagai komponen penyerang. Dalam Pencak Silat Olah raga ,teknik tendangan yang masuk sasaran mendapat nilai 2
.      Teknik-teknik tendangan yang terdapat dalam Pencak Silat pada prinsipnya dpat dipergunakan untuk menyerang dalam pertandingan pencak silat olah raga. namun sebagaimana halnya dengan pukulan,tidak semua teknik tendangan dapat dipergunakan dan pertandingan,berdasarkan efesiensi pelaksanaan teknik tendangan dan efektifitas untuk memperoleh angka serta keselamatan yang melakukan tendangan tersebut. Teknik tendangan pada pertandingan Olah Raga adalah tendangan  :lurus,Sabit "T",belakang,jejag dan gajul.
      1. Tendangan Lurus
         Tendangan depan/lurus adalah tendangan yang dilakukan dengan lintas lurus ke depan,dengan               perkenaan pada pangkal jari-jari kaki.Variasi dalam pelaksanaa teknik in i antaralain dengan lompatan
Tendangan Lurus
  
           2. Tendangan Sabit
                Tendangan Sabit adalah tendangan yang di lakukan dengan lintasan dari samping (melengkung seperti sabit/arit),perkenaannya pada punggung kaki. Tendangan ini dapat di laksanakan dalam posisi kaki berada di depan maupun di belakang dan dapat pula di variasikan dengan lompatan
Tendangan Sabit

          3. Tendangan " T "
              Tendangan T adalah tendangan yang dilakukan dengan posisi tubuh menyamping dan lintasan tendangan lurus ke samping.Perkenaannya adalah bagian tajam telapak kaki dan tumit. Banyak Variasi dalam pelaksanaanya antara lain : T jepret,T gantung,T lompat
Tendangan " T "
           4. Tendangan Jejag
                Tendangan Jejag adalah tendangan yang dilaksanakan dengan posisi tubuh tegak dan lintasan lurus kedepn,perkenaannya adalah tumit.Selintas tendangan ini mirip dengan tendangan lurus,namun terdapat perbedaan prinsipil dalam pelaksanannya,Jika tendangan lurus dengan melecutkan  tungkai kedepan (seperti gerakan menusuk)sedangkan tendangan gejos dilakukan  denagn terlebih dahulu mengangkat  lutut setinggi mungkin dan kemudian mendorong tungkai kedepan sasaran
Tendangan Jejag/Gejos  
            5.  Tendangan belakang
                  Tendangan belakang  yaitu tendangan yang dilakukan dengan terlebih dahulu memutar tubuh dan sikap tubuh membelakangi lawan,dengan perkenaan pada telapak kaki atau tumit
Tendangan Belakang  
              6.   Tendangan Gajul
                     Tendangan gajul perkenaannya pada tumit se4dang lintasannya adalah dari arah bawah ke atas
Tendangan Gajul
6.    Tangkapan
        Tangkapan merupakan teknik dan taktik serangan pada jarak jangkau dekat dan sedang yang dilaksanakan dengan menangkap salah satu komponen tubuh lawan untuk dilanjutkan dengan bantingan,jatuhan atau kuncian
         Dari segi teknik,tangkapan dapat dilaksanakan dari luar dan dari dalam yang masing-masing disebut tangkapan luar dan dalam
          Tangkapan luar adalah teknik tangkapan yang dilaksanakan dari arah luar tubuh pesilat yang melakukan teknik tangkapan,sedangkan tangkapan dalam adalah teknik tangkapan yang dilaksanakan dari arah dalam tubuh pesilat yang melakukan teknik tangkapan
Tangkapan kaki dari arah luar  
Tangkapan kaki dari arah dalam  
  7.     Bantingan
         Pengertian bantingan adalah teknik dan taktik serangan jarak jangkau dekat yang dilakukan dengan terlebih dahulu menangkap salah satu komponen tubuh lawan untuk selanjutnya,melalui proses mendorong atau menarik,di hempaskan
        dilihat dari titik tumpu penyangganya bantingan dapat dilaksanakan dengan sekurang-kurangnya 4 macam teknik yaitu  : bantingan tungkai,bantingan pinggul,bantingan punggung dan bantingan kaki.
Bantingan tungkai
Bantingan Pinggul
8.     Jatuhan
        Pengertian jatuhan adalah teknik dan taktik serangan pada jarak jangkau jauh dan sedang yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai atau kaki untuk  menjatuhkan lawan
         Teknik jatuhan ini dalam pencak silat lazim disebut teknik sapuan yang dapat di bedakan menjadi 1 macam yaitu :
a.  Sapuan Tegak, Yaiyu menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai yang disapukan dalam posisi tegak kekaki lawan
Sapuan Tegak  
  
b.   Sapuan rebah yaitu teknk menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai yang disapukan dalam posisi rebah ke kaki lawan.
Sapuan rebah depan  
Sapuan rebah belakang
  c.     Besetan yaitu teknik menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan kaki dan tungkai yang dikaitkan ke kaki lawan
Besetan  
    

    d.    Guntingan yaitu teknik menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menjepitkan kedua tungkai pada bagian tubuh untuk diserang
Guntingan  
    e.     Sabetan yaitu serangan menjatuhkan lawan dengan kenaan tulang kering kesasaran betis dengan lintasan dari luar kedalam
Sabetan   

Sejarah Terbentuknya IPSI

Minggu, 17 Februari 2013


Saya coba untuk menyampaikan sejarah singkat IPSI, yang awal keberadaannya tidak lepas dari perjuangan bangsa kita.
  1. Beberapa bulan setelah proklamasi kemerdekaan, akibat agresi belanda, resminya sejak 4 Januari 1946 sampai 27 Desember 1949, Pemerintah RI mengungsi ke Yogyakarta dan Bukittinggi. Sementara Jakarta dan Bandung/Jabar diduduki Belanda. (diduga menjadi faktor kesulitan, mengapa tidak banyak tokoh silat Jabar yg ikut deklarasi pendirian IPSI dan Kongres I IPSI). Pasukan Siliwangi menjadi kekuatan utama Pemerintah RI di Yogyakarta.
  2.  Para tokoh pencak silat (pencak, istilah umum dipakai di Jateng-Jatim, silat/silek, istilah yg biasa dipakai di Sumbar, digabung menjadi kata majemuk 'pencak silat'), memprakarsai terbentuknya Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPPPSI).
Pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, para tokoh pencak silat melalui PPPPSI, mendeklarasikan berdirinya IPSI, dan menunjuk Mr. Wongsonegoro sebagai Ketua Umum. Konggres I IPSI yang tidak lama diselenggarakan setelah deklarasi, mengukuhkan Mr.Wongsonegoro sebagai Ketua Umum PB IPSI, yang bekedudukan di ibukota RI saat itu, Yogyakarta.
  1.  Menyesuaikan kembalinya pusat Pemerintahan RI ke Jakarta pada 1950, PB IPSI ikut pindah dari Yogyakarta ke Jakarta (sebagian personil).
  2.  Selain mempersatukan kekuatan pejuang persilatan, IPSI juga memandang perjuangan melalui olahraga dan pendidikan pencak silat, mempunyai peran besar dalam mempersatukan dan meningkatkan harkat dan harga diri bangsa.
  3. Dipicu pemberontakan DI/TII SM Kartosoewiryo, maka Panglima Territorium III, Kolonel RA Kosasih (terakhir Let Jend TNI), dibantu kolonel Hidayat dan kolonel Harun membentuk PPSI (Persatuan Pencak Silat Indonesia).
Membangun kekuatan teritorial masyarakat melalui pembinaan dengan titik berat pada seni pertunjukan tradisional Ibing Penca dan beladiri pencak silat, guna melawan DI/TII yang beroperasi di Jawa Tengah bagian barat, Jawa Barat, Jakarta, sampai Lampung.
Belakangan, terjadi dualisme pembinaan pencak silat di Jabar dan Jakarta. Masing masing, IPSI, PPSI dan BAPENSI, bersaing masuk acara PON.
  1. Dari catatan sejarah perjuangan olahraga/induk olahraga:
a.       1950, ada KOI (pimpinan Sultan HB IX) dan PORI (pimpinan Widodo Sosrodiningrat).
b.       1951, PORI melebur ke KOI.
c.        1960, menjadi KOGOR (Komando/komite Gerakan Olah Raga).
d.       1962, dibentuk Departemen Olah Raga/DEPORA, dengan Menteri Maladi.
e.       1964, menjelang Asian Games IV, menjadi DORI (Dewan Olah Raga Indonesia) dipimpin ex officio oleh Presiden Soekarno dan Menteri Olah Raga, Maladi.
f.         25 Desember 1965, IPSI ikut mendirikan Sekretariat Bersama Top Organisasi Cabang  Olah Raga. Yang kemudian mengusulkan mengganti DORI menjadi KONI.
g.       31 Desember 1966, IPSI ikut menjadi pendiri KONI, organisasi independen non politik, dengan Ketum Sri Sultan HB IX.
  1. Pada era 1960 an, PB IPSI membentuk laboratorium pencak silat, untuk menyusun aturan baku yang memenuhi kriteria pertandingan olahraga. Para laboran adalah bp. Arnowo Adjie dari Kelatnas Perisai Diri, Januarno dan Imam Suyitno dari PSHT, bp. Hadimulyo, Dr. Rachmadi dan Dr. Djoko Waspodo dari KPS Nusantara. Hasil laboratorium ini mulai di ujicoba pada th 1969. Dipertandingkan pertamakali pada PON VIII th 1973 di Jakarta.
  2. Menjelang Konggres IV IPSI 1973,  dicari calon Ketua Umum PB IPSI untuk menggantikan Mr. Wongsonegoro yang sudah sepuh.
Didapatlah seorang kandidat, yaitu Gubernur DKI Jakarta, Brigjen TNI Tjokropranolo (terakhir berpangkat Let Jend). Diselenggarakan seminar2/diskusi dengan berbagai pihak di Tugu, Bogor, untuk langkah2 pembinaan kedepan. Antara lain dirumuskan aspek2 dalam pencak silat, yaitu Seni, Beladiri, Olahraga dan Kebatinan/Spiritual, sebagai jalur pembinaan lengkap.
Bp Tjokropranolo/bang Nolly, yang memiliki garis keturunan dari pendekar pencak Jawa, Gagak Handoko, dibantu sepenuhnya oleh tokoh2 perguruan:
a.       Tapak Suci : bp Haryadi Mawardi, bp Tanamas.
b.       KPS Nusantara : bp Hadimulyo, Sumarnohadi, Dr.Rachmadi, Dr. Djoko Waspodo.
c.        Kelatnas Perisai Diri : bp Arnowo Adjie HK.
d.       Pashadja Mataram: bp KRT Soetardjonegoro.
e.       PerPI Harimurti: bp. Sukowinadi.
f.         Perisai Putih: bp Maramis, bp Runtu, Sutedjo dan Himantoro.
g.        Putra Betawi: bp. H.Saali.
h.       Persaudaraan Setia Hati/PSH: Mariyun Sudirohadiprodjo, Mashadi, Harsoyo, HM Zain.
i.         Persaudaraan Setia Hati Terate/PSHT: bp Januarno, Imam Suyitno, Laksma Pamuji.
Menyusun rancangan, langkah strategis untuk mengembangkan pencak silat kedepan.
  1.  Kebetulan bang Nolly dan para pendiri  PPSI adalah satu korps, Corps Polisi Militer/CPM. Pembicaraan untuk mempersatukan menjadi lebih lancar. Dimulai dengan Sekretariat Bersama IPSI-PPSI di Stadion Utama Senayan, dilanjutkan dengan pernyataan yang disampaikan Ketua Harian PPSI, bp. H.SUHARI SAPARI di Konggres IV IPSI 1973,  bahwa PPSI bergabung di IPSI, seluruh anggota PPSI otomatis menjadi anggota IPSI. Konggres juga menetapkan Tjokropranolo sebagai Ketua Umum PB IPSI menggantikan Mr Wongsonegoro.
  2.  Oleh Tjokropranolo/ PB IPSI, maka  PPSI dan 9 perguruan tersebut, atas peran jasanya dalam "era baru" IPSI, ditetapkan sebagai perguruan tingkat pusat, dengan hak istimewa, dibebaskan dari syarat umum untuk menjadi anggota tingkat pusat. Dimasa bp Eddie M Nalapraya, kemudian disebut sebagai perguruan historis IPSI.
  3.  Atas saran presiden, untuk mengenalkan pendidikan pencaksilat di sekolah2, agar dimulai dengan olahraga rekreasi/kesehatan massal, dengan menyusun SPI (senam pagi Indonesia), dengan memasukkan unsur2 gerakan pencak silat.
Adapun kurikulum pelajaran pencak silat di sekolah, dengan penyusun bp Mariyun cs, kurang diterima perguruan2 didaerah. Dilain pihak perguruan2 juga belum berhasil menyusun silabus kurikulum sendiri. Sehingga program kurikulum pencak silat di sekolah menjadi kandas. Kedepan hanya bisa dilaksanakan dengan berbasis perguruan.
  1. Bang Nolly mulai merintis diplomasi untuk mendirikan PERSILAT. Mendorong terbentuknya Pengda dan Pengcab IPSI diseluruh Indonesia.
  2. Berganti kemasa bp Eddie M Nalapraya. Aspek2 lengkap mulai dikembangkan. Ada workshop2 untuk pengembangan pencak silat seni dll. Didukung pendanaan yang powerfull dari Bambang Tri, Prabowo Subianto, Rossano Barack dan terakhir Rachmat Gobel.
  3. Pada Konggres/MUNAS XII IPSI 2007, ditetapkan lima perguruan yang memenuhi syarat menjadi anggota tingkat pusat kategori biasa, yaitu, Persinas ASAD, Kalimasada, PSTD Indonesia, Satria Muda Indonesi dan Betako Merpati Putih. 
Demikian. Dalam tiap tahap tentu ada kisah panjang lebar. Titik berat konsep pembinaan ala 1973 tentu harus ada penyesuaian dengan tuntutan jaman. Khususnya bagaimana membina pencak silat tradisional yang mengakar pada budaya nusantara. Perlu pembaruan pemikiran dan strategi.
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 21 Februari 2013

PERATURAN PERTANDINGAN PENCAK SILAT

Penggolongan pertandingan remaja untuk putra dan putri, berumur diatas 14 s/d 17 tahun. Kebenaran tentang umur dibuktikan denan akte kelahran/ ijazah/ paspor. Pembagian kelas menrut berat badan, penimbangan pertama dilakukan sekurang kurangnya 6 (enam) jam sebelum dimulainya pertandingan pertama dalam satu kejuaraan. pada waktu penimbangan pasilat hanya mengunakan pakaian pencak silat yang kering tanpa sabuk, penimbangan ulang dilakukan 15 (lima belas) menit sebelum pesilat mengikuti pertandingan sesuai dengan jadwalnya.

Peraturan pencak silat

Penggolongan

a. Kategori remaja (14-17 Tahun)- putera-puteri

No Kelas dan golongan Berat badan (Kg)
1 Kelas A 39-42
2 Kelas B 42-45
3 Kelas C 45-48
4 Kelas D 48-51
5 Kelas E 51-54
6 Kelas F 54-57
7 Kelas G 57-60
8 Kelas H 60-63
9 Kelas I 63-66
Keterangan :
• Untuk kelompok bagian puteri, kelas pertandingan hanya sampai H
• Untuk kelompok bagian putera, kelas pertandingan sampai I

b. Kategori dewasa (17-35 Tahun)- putera

No Kelas dan golongan Berat badan (Kg)
1 Kelas A 45-50
2 Kelas B 50-55
3 Kelas C 55-60
4 Kelas D 60-65
5 Kelas E 65-70
6 Kelas F 70-75
7 Kelas G 75-80
8 Kelas H 80-85
9 Kelas I 85-90
10 Kelas J 90-95
Keterangan :
• Untuk berat badan 95 keatas (Putera) dimasukan kedalam kelas bebas

c. Kategori dewasa (17-35 Tahun)- puteri
No Kelas dan golongan Berat badan (Kg)
1 Kelas A 45-50
2 Kelas B 50-55
3 Kelas C 55-60
4 Kelas D 60-65
5 Kelas E 65-70
6 Kelas F 70-75
Keterangan :
• Untuk berat badan 75-90 (Puteri) dimasukan kedalam kelas bebas

B.Gelanggang Pertandingan dan Administrasi


Keterangan :
1. Ketua pertandingan (1 orang)
2. Dewan wasit juri (3 orang )
3. Sekretaris pertandingan
4. Anggota wasit juri (18 orang)
5. Papan nilai
6. Pengamat waktu
7. Goong
8. Penimbang berat badan (2 orang )
9. Tim meis (4 orang )
10. Sudut biru
11. Sudut merah
12. Sudut netral
13. Juri (5 orang)

Administrasi
Administrasi ini terdiri dari bebarapa yarat tertentu dan merupakan lembaran-lembaran blanko yang diantaranya, yaitu
- Pengasan
- Penilaian
- Timbangan
- Pengabsahan
- Laga
- Protes dan sebagainya
pembagian tugas dalam pelaksanaan pertandingan silat ini yaitu:

• Ketua adapun tugasnya yaitu
 Menentukan kebijakan
 Menetukan layak atau tidak layaknya jalan pertandingan


• Sekretaris adapun tugasnya yaitu
 Mengatur dan membagi jadwal
 Mencatat kejadian-kejadian penting pada saat jalanya pertandingan


• Pengawas Timbangan adapun tugasnya yaitu
 Untuk mengawasi setiap peserta lomba yang akan ditimbang berat badanya, sehingga dapat menentukn kelas-kelas dalam pertandingan

• Teknik Dilegit adapun tugasnya yaitu
 Untuk memantau kinerja wasit juri yang harus berasal dari wasit juri Jawa Barat

Perlengkapan pesilat
perlengkapan yang digunakan oleh para peslat berfungsi untuk melindngi bagian bagian tubuh tertentu yag bersifat fital bagipara pesilat, diantaranya :
i. Pakaian Hitam-hitam(gambar 1.1-lampiran)
   Merupakan pakaian wajib bagi para peilat
ii. Body Protector (gambar 1.2, 1.3 dan 1.4-lampiran)
    Melidungi bagian tubuh bagian atas pilat dari puklan dan tendangan pesilat lain
iii. Pelindung Kemaluan
     Melindungi kemaluan dari tedangan pesilat lain
iv. Pelidung Gigi
     Melindungi lidah agar tidak tergigit

Waktu pertadingan
Dalam pertandingan silat, setiap satu kali pertandingan terdiri dari tiga babak. Setiap babak menghabiskan waktu selama tiga menit, yang terdiri dari dua menit waktu bertanding dan satu menit waktu itirahat. Setiap pertadingn akan terdengar bunyi bel/goong yang dibunyikan timer untuk menandakan berawak atau berakhirnya pertandingan.
Detail:
• Ronde 1, main dua menit dan istirahat satu menit
• Ronde 11, main dua menit dan istirahat satu menit
• Ronde 111, main dua menit

Sasaran dan aba-aba yang digunakan
i. Sasaran
Sasaran dalam silat adalah
• Dada
• Perut
• Rusuk kiri dan kanan
• Punggung untuk bagian belakang
apabila pesilat memukul bagian bagian selain bagian yang tercantum diatas, peilat akan diberi peringatan oleh wasit, dan apabila sudah tiga kali peringatan maka nilainya akan dikurangi satu point


ii. Aba-aba
Aba-aba yang diunakan daam silat adalah:
• Bersedia
• Mulai
• Berhenti
• Pesilat
• Pasang


Prestasi teknik
Prestasi teknik adalah nilai yang diberikan kepada pesilat apabila melakukan teknik dalam dilat terhadap pesilat lain. diantaranya:
• Pukulan mendapatkan nilai 1
• Tendangan mendapatkan nilai 2
• Jatuhan mendapatkan nilai 3
• Tangkapan mendapatkan nilai 5

Keterangan:
- Jatuhan dianggap tidak sah bila kedua peasilat jatuh secara bersamaan
- Jika melakukan teknik sambil menghindar, maka diberi nilai point tambahan +1,   seperti    menghindar-menendang maka nilainya 2 (untuk tendangan ) +1 (disertai   menghindar    sebelumnya), dan seterusnya
- Bagian-bagian tertentu yang dalam pencak silat tidak boleh melakukan tendangan,   pukulan    dan sebagainya (penjlasan lanjutan tentang bagian yang tidak boleh   diserang), yaitu:
   o Bagin dari leher keatas dan bagian alat vital merupakam bagian yang tidak boleh   diserang    dan jika bagian itu terkena pukulan, tendangan atau lainya maka akan   terjadi fol atau dis
- Jika dalam penilaian (khususnya bantingan terdapat keragu-raguan maka juri akan   berkumpul    mengambil voting untuk meetukan yang sah atau tidaknya bantingan   tersebut

Penentuan pemenang
Pemenang dalam satu pertandingan akan dtetukan oleh kumlah nilai yang diperoleh ketika melakukan pertandingan. Ketika penentuan pemenang juri akan mengangkat bndera merah atau biru (bendera merah di tangan kiri dan bendera biru di tangan kanan)

Jenis-jenis Pelindung Tubuh untuk Pencak Silat


Pencak silat merupakan salah satu olah raga bela diri yang ekstrim dan bisa mengakibatkan cedera jika tanpa memakai pelindung tubuh. Karena begitu berbahaya, maka setiap pertandingan pasti menyertakan ketentuan-ketentuan yang harus diikuti, termasuk juga dalam hal pengamanan dan pelindung tubuh.
Berdasarkan ketentuan tersebut, ada beberapa jenis pelindung tubuh yang harus dipakai oleh atlet bela diri saat bertanding. Pelindung tubuh ini termasuk perlengkapan tanding dalam kategori pakaian.
Pelindung tubuh pertama adalah pelindung badan. Pelindung badan harus dipakai oleh setiap atlet bela diri. Pelindung badan ini biasanya berwarna hitam, lokasinya akan menutupi bagian dada, perut, punggung serta tubuh bagian samping dan berfungsi untuk melindungi bagian tubuh mulai dari leher ke bawah. Untuk perlindungan lebih, pelindung badan ini harus dilengkapi dengan sabuk berwarna merah atau hitam yang selain untuk melindungi bagian pinggang juga berfungsi untuk tanda pengenal sudut.
Pelindung tubuh yang juga harus dipakai oleh atlet pencak silat adalah pelindung sendi. Bela diri merupakan olah raga yang membuat tubuh aktif bergerak, mengakibatkan benturan lembut atau pun keras pada banyak anggota tubuh. Sendi merupakah area tubuh yang rawan, karena posisinya yang berada di depan ketika benturan tersebut terjadi. Atlet bela diri harus menyediakan pelindung sendi ini, yang berupa pelindung satu lapis dengan ukuran tipis agar gerakan atlet tidak lambat atau pun berat.
Selain sendi dan dada, bagian kemaluan juga merupakan organ yang rawan dengan benturan, tendangan atau pun tinju. Apalagi posisi kemaluan juga rentan dan akan langsung dalam posisi terbuka ketika atlet menyerang lawan dengan tendangan. Untuk itu, setiap atlet juga harus memakai pelindung kemaluan ketika bertanding. Untuk atlet pria, tersedia pelindung tubuh yang berbentuk celana dalam dengan bagian tebal di depan tepatnya di bagian kemaluan. Pelindung ini terbuat dari bahan plastik, biasanya berwarna putih. Atlet wanita juga harus memakai pelindung kemaluan. Pelindung ini berupa pembalut khusus, yang berfungsi sebagai bantalan pelindung jika terjadi benturan.
Pelindung tubuh di atas sesuai dengan peraturan pertandingan, namun selain itu ada juga beberapa pelindung tambahan seperti pelindung kaki. Pelindung kaki ini berupa selongsong yang dipasang pada kaki, menutupi kaki mulai dari bagian lutut hingga telapak kaki dan hanya terbuka pada bagian jari-jari kaki. Pelindung kaki berfungsi untuk melindungi tulang kering terhadap benturan. Tulang kering rawan dengan kecelakaan, selain itu jika terkena benturan atlet akan merasakan kesakitan yang luar biasa dan bisa mengacaukan pertandingan. Pelindung tangan juga dianjurkan, biasanya berupa selongsong yang menutupi lengan bagian siku ke bawah hingga pergelangan tangan.

Rabu, 20 Februari 2013

Unsur Dalam Pencak SIlat

Pencak silat sering disebut sebagai seni bela diri yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri bisaberarti seni dalam pembelaan diri atau dapat dimaknai sebagai dua pengertian yaitu : Seni dan bela diri.
Apabila kita kembali ke sejarah terciptanya istilah pencak silat, pengertian kedua ini yang lebih mendekati. Tetapi bila kita kembali ke makna awal bahwa pencak silat adalah alat untuk membela diri, maka seni bela diri adalah :
seni untuk membela diri.
Seni adalah suatukeindahan yang dapat dinikmati baik kasat mata maupun tidak kasat mata, seni adalah suatu pola baik nyata maupun abstrak, oleh karena itu seni bela diri adalah “suatu pola teratur yangdapat dinikmati keindahannya dalam suatu aksi pembelaan diri”. Bela diri sendiri bermakna suatu pertarungan/pertempuran baik secara fisik atau pun non fisik. Non fisik tidak berartimistik/magic . Non fisik dalam bela diri bisa berupa aktivitas lisan (negosiasi), sikap (ramah,sopan santun, mengalah, tegas)Berdasarkan uraian di atas, maka unsur-unsur Seni dan bela diri dalam pencak silat mencakup dua aspek, yaitu :
1.    Aspek lahir, yang terdiri dari : teknik, jurus, aplikasi, kaedah/kaidah.
2.    Aspek batin, yang terdiri dari : sikap/perilaku, filosofi, ketuhanan.

TEKNIK
            Teknik adalah sistim atau cara melakukan suatu gerakan atau tidak melakukan apa-apa dalampencak silat. Diam, atau tidak melakukan apa-apa juga merupakan suatu teknik, contohnyaadalah sikap tenang dengan memandang tajam ke arah lawan. Ada ratusan bahkan ribuanteknik dalam pencak silat yang mencakup beragam gaya dan bentuk. Contoh : teknik memukul, pukulan lurus ke depan bisa dilakukan dengan tangan terkepal atau jari terbuka,menggunakan buku jari tangan, dan sebagainya yang disesuaikan dengan tujuan/sasaran dankondisi lawan. Teknik memukul tidak selalu ke depan, bisa menyamping/diagonal, ke atas,vertikal, atau mengayun dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan atau sebalik nya. Masing-masing aliran/perguruan mempunyai teknik sendiri dan kemungkinan kesamaan dengan pencak silat lainnya.Secara umum teknik dalam pencak silat dapat dibagi menjadi :
1.    Sikap : sikap di sini berarti keadaan seorang pesilat dalam sebuah pertarungan, apakahitu pertandingan atau pertarungan sebenarnya. Sikap kadang disebut juga sebagai “sikap pasang”, style , gaya berdiri, ataupun kuda-kuda. Sikap tiap pesilat akan berbedatergantung aliran yang dipelajarinya. Ada yang bersikap tenang dengan berdiri teguh,ada yang tampak bersahaja, ada yang berdiri dengan kuda-kuda kokoh, dan sebagainya. Seorang pesilat yang berpengalaman akan mudah menilai lawannya dari sikap yangditunjukkannya.
2.    Teknik menyerang (memukul, menendang, menjatuhkan) : penyerangan dalam pencak silat mempunyai gaya dan pola yang teratur dan terarah, yang membedakannya dariserangan ngawur orang awam. Menyerang dapat dilakukan dengan seluruh anggotabadan dan ke seluruh anggota badan lawan. Di sinilah letak perbedaan antara pencak silat yang dipertandingkan dengan pencak silat tradisional. Pencak silat sport memilikiaturan tertentu yang melarang petanding untuk menyerang daerah berbahaya lawan seperti kemaluan, daerah serangan adalah sekitar badan yang terlindung body  protector. Sedangkan pencak silat tradisional yang pada dasarnya untuk membela diridalam keadaan sesungguhnya menghalalkan segala cara menyerang dan bagian tubuhuntuk diserang.
3.    Teknik menghindar : ada banyak ragam teknik menghindar, misalnya serangan lurus kedepan bisa dihindari dengan mundur satu langkah, bergerak menyamping, ataumerundukan tubuh yang dikombinasikan dengan gerakan kaki yang terpola.
4.    Teknik menangkis : menangkis umumnya menggunakan tangan, tetapi bisa jugamenggunakan kaki, untuk menangkis tendangan. Pesilat Cimande terkenal dengankekuatan otot dan tulang nya yang dilatih secara khusus dengan metode tertentu. Tangkisan yang dilakukan oleh seorang pesilat Cimande dengan mengadu tulang(tangan atau kaki) dapat mematahkan tulang lawannya. Tangkisan seorang pesilat yangmengandalkan rasa, akan terasa lembut tapi mematikan. Menangkis kadang diikutidengan menangkap tangan lawan.
5.    Teknik melangkah : secara umum melangkah dalam pencak silat menuju arah empatmata angin (biasa nya disebut pancer ). yaitu ke depan, ke belakang, ke kanan dan kekiri. Pola langkah sangat variatif bentuk dan teknik nya, ada langkah segitiga, langkahsegiempat, pola langkah tapal kuda, langkah melingkar, dan sebagai nya. Masing-masing teknik dan pola langkah akan berbeda antara satu pencak silat dengan pencak silat lainnya. Tujuan utama dari melangkah adalah “memenangkan posisi” danmendapatkan kelemahan lawan, dengan demikian pola langkah yang terlatih akansangat membantu dalam sebuah pertarungan. Melangkah dalam pencak silat bisadilakukan secara normal (memindahkan posisi kaki seperti berjalan), dengan meloncat,atau dengan langkah seser yaitu perpindahan posisi kaki dengan tidak mengangkatkaki, tetapi menggeser menyusuri lantai. Masing-masing teknik itu mempunyai tujuantertentu.Dalam eBook ini tidak akan dibahas secara detil mengenai beragam teknik tersebut karena akanmemakan banyak sekali halaman buku.
JURUS
Ada yang mengartikan jurus sebagai JUJUR dan LURUS, yang maksudnya seorang pesilat harus jujur dan berperilaku lurus. Secara filosofi hal itu benar sekali, tetapi dalam sebuah teknik danaplikasi pencak silat hal itu tidak selalu benar. Serangan tidak harus selalu lurus, bisamenyamping, melangkah pun tidak harus lurus. Jujur? Dalam pencak silat tradisional dikenalungkapan “teknik yang licik”, artinya serangan (kadang-kadang hindaran) dilakukan dengantrik-trik tertentu untuk menipu lawan. Jadi dalam sebuah pertarungan pesilat tidak harus JUJUR dan LURUS.Jurus adalah suatu pola gerak/rangkaian gerak yang teratur, mempunyai tujuan tertentu danmenjadi dasar/fondasi suatu teknik bela diri
Setiap aliran dan perguruan mempunyai jurus masing-masing, ada yang mirip satu sama lain,ada yang sangat berbeda. Hal tersebut dipengaruhi oleh karakter, kondisi lingkungan, sertaadat dan budaya di mana jurus itu diciptakan. Saling pengaruh dan keterkaitan juga membuatbanyak jurus yang mirip satu sama lain. Seorang pesilat yang jujur akan mengakui dari mana jurus itu didapatkan, atau dari aliran mana inspirasi jurus itu tercipta.Pada umumnya setiap aliran dan perguruan mewajibkan muridnya melatih jurus karena alasan-alasan sebagai berikut : 1. Bentuk jurus akan mencirikan aliran/perguruannya, karena tidak adasatu jurus pun yang 100 persen sama persis. 2. Tanpa menguasai dan memahami jurus,aplikasi yang diharapkan akan kurang sempurna, 3. Dalam jurus terkandung makna dan filosofiyang dalam yang dapat membentuk karakter dan kepribadian seorang pesilat menjadi satria.
APLIKASI
Tanpa menguasai aplikasi, seorang pesilat tidak akan bisa menerapkan pencak silat yang dipelajarinya dengan maksimal. Aplikasi adalah buah dari jurus yang dipelajari dandigunakan dalam sebuah pertarungan. Unsur bela diri dalam pencak silat terwujud dari aplikasiini, itulah sebabnya trend saat ini memunculkan banyak tempat pelatihan bela diri yang hanyamengajarkan aplikasi pencak silat.Banyak orang yang skpetis terhadap aplikasi pencak silat dalam kejadian yang sesungguhnya (real fight ). Pendapat skeptis itu menyatakan bahwa belajar pencak silat tidak ada gunanyasebab pada kejadian sesungguhnya ternyata aplikasi itu tidak bisa diimplementasikan, dan tidak ada beda nya dengan orang yang tidak belajar pencak silat. Pendapat itu tidak bisadisalahkan sepenuhnya karena alasan-alasan antara lain :
1.    Yang tertanam di benak umumadalah pencak silat sport, dimana ciri pencak silat hanya nampak pada saat “kembangan” saja,setelah itu mereka hanya saling bergumul,
2. Mereka yang belajar silat tidak mempelajarikaedah, hanya mengejar teknik-teknik aplikasi baku, sehingga apabila bertemu dengan kejadianyang tidak pernah dipelajari, dia akan kebingungan sendiri.Oleh karena itu aplikasi ini tidak akan pernah bisa dipisahkan dari pemahaman jurus dankaedah yang terkandung di dalam nya. Hubungan antara jurus, aplikasi, dan kaedah silat dapatdigambarkan sebagai berikut :
 Salah satu contoh adalah gerakan suliwa/seliwa. Ini sebenar nya adalah suatu kaedah, bukan semata gerakan yang bersilangan atau berlawanan. Dalam tahap awal pembelajaran –dalam aliran silat sunda dan betawi misalnya- kita berlatih gerakan suliwa adalah untuk “bisa” mengantisipasi gerakan jurus (serangan lurus dengan tangan dan kaki yang sama). Suliwa digunakan untuk menghindar lalu menyerang balik,ini pelajaran dasar. Karena aplikasi gerak/jurus suliwa bisa menghindari serangan pukulan/tendangan. “Menghindar dan berlawanan”, ini lah kaedah yang harus kita mengerti. Filosofi yang terkandung di dalam nya sangat dalam dan luas.Dalam kehidupan ini gerakan/kaedah suliwa sangat applicable.Bukankah kita diajarkan untuk menghindari perbuatan buruk,menghindari sengketa, menjauhi permasalahan? Dan bukankah alam semesta serta isi nya ini selalu berpasangan dan “berlawanan?”.Latihlah gerakan suliwa sampai mahir, kuasailah teknik nya, tapi  jangan lupa untuk memahami dan mengerti kaedah dan filosofi nya.Bertanyalah tentang isi dan makna bukan semata aplikasi pertarungan,maka para guru akan dengan senang hati memberikan penjelasan dan berbangga hati karena mempunyai murid yang akan mewarisi nilai-nilai luhur pencak silat. Jadi kalau kita masih saja menemukan guru yang mengajar dengan metode “jalani aja dulu, nanti lama-lama juga bisa”,bukan berarti guru tersebut kuno dan pelit aplikasi, hanya saja kita perlu merobah pertanyaan kita.Dengan memahami dan mengerti sedalam-dalam nya kaedah gerakan suliwa, maka aplikasi yang kita butuhkan akan mengalir dan keluar dengan sendiri nya dalam situasi dan kondisi pertarungan apa pun,karena kita sudah tidak terjebak lagi dengan konsep-konsep baku suatu pertarungan.
SENJATA
Ada banyak macam senjata dalam pencak silat, antara lain : pisau, golok, pedang, toya, clurit,kerambit, bahkan kipas, selendang, sarung pun bisa digunakan sebagai senjata. Ada yangberpendapat bahwa senjata hanyalah kepanjangan tangan saja dalam pencak silat, ada pulayang mengkhususkan diri mempelajari jurus-jurus senjata. Salah salu aliran silat yang khusus mempelajari senjata adalah silat golok seliwa dari betawi yang dikembangkan dan diajarkanoleh Bang Husin dari Kebalen, Kebayoran Baru. Pencak silat dari Madura mempunyai ciri khaspermainan clurit seperti aliran silat Are’ Seka yang kini dikembangkan oleh Mas Mohamad Amindi surabaya. Beberapa aliran/perguruan silat juga ada yang memainkan keris sebagai senjata(khusus nya di Jawa tengah, Jawa Timur, Bali. Badik di Sulawesi, dan rencong di Aceh.Beragam nya jenis senjata dan jurus-jurus yang dapat dimainkannya menunjukkan betapa kayanya ragam pencak silat di Indonesia
KAEDAH/KAIDAH
Pencak silat tidak akan ada artinya tanpa pemahaman akan kaedah yangmerupaka bagian tak terpisahkan dalam sebuah aliran/perguruan. Kaedah adalah nyawa daripencak silat, tanpa penguasaan kaedah aplikasi pencak silat bagaikan robot yang terprogram.Ada banyak kaedah dalam pencak silat, masing-masing aliran mempunyai kaedah tersendiridengan penyebutan yang khas, walaupun dari segi isi nya kadang ada kesamaan antara satualiran/perguruan dengan lainnya. Beberapa kaedah dapat disebutkan di sini antara lain :
1.    Maenpo Cikalong Pasar Baru, Cianjur dari garis keilmuan RH. O. Soleh (Gan Uweh)mempunyai kaedah madi, sabandar, kari. Kaedah “madi” berarti pemahaman akankemampuan mengukur, mengontrol, dan membendung tenaga lawan. Diperlukanpemahaman dan latihan yang mendalam untuk menguasai kaedah ini. Kaedah “sabandar” berarti pemahaman akan kemampuan merubah keadaan dan/atau posisi kitaterhadap lawan untuk mendapatkan keuntungan. Sedangkan “kari” berarti finishing  atauserangan terhadap lawan. Ketiga kaedah tersebut harus dimengerti dan dipahami agardapat diaplikasikan dalam tiap kondisi pertarungan.
2.    Amengan Gerak Gulung Budidaya mengenal antara lain kaedah “ leuleus ”dan leungeun asal. Leuleus dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai “lemas”, tapi bukanberarti lemas tanpa daya tanpa tenaga. Lemas disini lebih kepada pengertian gerakanyang dilakukan mengalir sedemikian rupa, tidak tegang, alami dan penggunaan tenagayang terukur. Leungeun asal diambil dari kaidah alami manusia, dilatih dengan caraberjalan alami dengan melenggangkan tangan. Tujuan dari latihan ini adalah gerakanyang tercipta diharapkan mengalir secara alami dan dapat mengantisipasi berbagaiserangan lawan.
3.    Dalam banyak aliran pencak silat Sunda ada kaedah serong dilawan lurus, lurus dilawanserong. Artinya apabila lawan menyerang lurus maka diantisipsi dengan posis serong/menyamping, begitu pula sebalik nya. Ada pula kaedah membuyarkankonsentrasi lawan dengan membuatnya “kaget”, “sakit”, dan “geli”, masih banyak lagikaedah yang tersimpan dalam khasanah pencak silat tradisinal.
4.    Kelatnas PERISAI DIRI mengenal kaedah tek-sek,yaitu suatu kaedah serangan seketikayang mematikan
5.    Dalam beberapa aliran pemcak silat dikenal kaedah pengaturan tenaga yaitu tenagasatu, setengah, dan kosong. Secara sederhana, tenaga satu bisa diartikan sebagaitenaga penuh (full power ), tenaga setengah adalah sebagian dari tenaga penuh,sedangkan kosong berarti tenaga yang hampir tidak bisa dirasakan oleh lawan sertamengosongkan tenaga dan kehendak lawan (pada tataran tertentu : mengosongkanhawa nafsu). Kaedah pengaturan tenaga ini sangat penting dimengerti dan dikuasai,sebab pencak silat mengenal prinsip size doesn’t matter artinya seorang yang badannyakecil bisa mengalahkan lawan yang fisik nya lebih besar dan tenaga nya lebih kuat.Kemampuan mengatur dan memanipulasi tenaga ini sangat penting dalam aplikasipencak silat.
6.    Dan lain-lain kaedah yang masih sangat banyak, yang membutuhkan satu bab tersendiriuntuk membahasnya SIKAP/PERILAKU, FILOSOFI DAN KETUHANAN Pencak silat yang lahir dari kultur budaya lokal, penuh dengan muatan filosofi, tata budaya danketuhanan. Hal ini disebabkan pada umum nya pencak silat “diciptakan” oleh para tokoh yangarif, bijaksana dan menekuni dunia spriitual.Syech Kumango, pencipta aliransilek kumango dari Minang adalah seorang syech pemimpin Thareqat Naqsabandiyah, Raden H Ibrahim Jayaperbata pencipta
Maenpo Cikalong
adalahbangsawan Cianjur yang memilih jalan spiritual hingga dari hasil tirakat nya terciptalah Maenpo Cikalong yang kita kenal sekarangBahkan Nini Datu suri Dirajo yang telah disebutkan di atas dalam Tambo Alam Minangkabauadalah seorang yang bijak bestari, filsuf, ahli dalam kesenian, dan sakti. Karena itulah dalam silek Minang yang kita kenal sekarang, tiap gerakan nya tampak begitu indah dan mengandungmuatan filosofi yang sangat dalam.Para tokoh pencak silat generasi berikut nya juga berasal dari kalangan “bukan orangkebanyakan. Sebut saja Eyang Suro pendiri Perguruan Setia Hati, Pak Dirdjo pendir Perisai Diri,Mpu R Samiadji Niti Yudha Negara pendiri Krida Yudha Sinalika, dan lain-lainya.Seseorang yang belajar dan berlatih pencak silat dengan niat yang tulus, sungguh-sungguh danmenghayati setiap hal yang diberikan gurunya tentu akan mengamalkan sikap dan perilakuyang sesuai dengan nilai-nilai filsofi dan ketuhanan. Yang paling sederhana adalah menerapkanfilosofi SILAT UNTUK SILATURAHIM. Pepatah Minang mengajarkan : “lahir silat mencari kawan,batin silat mencari Tuhan” dan “alam takambang menjadi guru”. Nasehat dari Raden ObingIbrahim muird dari Raden Haji Ibrahim dibawah ini patut kita renungkan bersama:

Senjata Dalam Pencak Silat

1 Keris: sebuah senjata tikam berbentuk pidau kecil, sering dengan bilah bergelombang yang dibuat dengan melipat berbagai jenis logam bersama-sama dan kemudian cuci dalam asam.
2 Kujang: pisau khas Sunda
3 Samping/Linso: selendang kain sutera dipakai sekitar pinggang atau bahu, yang digunakan dalam penguncian teknik dan untuk pertahanan terhadap pisau.
4 Galah: tongkat yang terbuat dari kayu, baja atau bambu .
5 Cindai: kain, biasanya dipakai sebagai sarung atau dibungkus sebagai kepala gigi. Tradisional perempuan menutupi kepala mereka dengan kain yang dapat diubah menjadi cindai.
6 Tongkat/Toya: tongkat berjalan yang dibawa oleh orang tua, pengelana dan musafir.
7 Kipas: kipas lipat tradisional yang kerangkanya dapat terbuat dari kayu atau besi.
8 Kerambit/Kuku Machan: sebuah pisau berbentuk seperti cakar harimau yang bisa diselipkan di rambut perempuan.
9 Sabit/Clurit: sebuah sabit, biasa digunakan dalam pertanian, budidaya dan panen tanaman.
10 Sundang: sebuah ujung pedang ganda Bugis, sering berombak-berbilah
11 Rencong: belati Aceh yang sedikit melengkung
12 Tumbuk Lada: belati kecil yang juga sedikit melengkung mirip rencong, secara harfiah berarti “penghancur lada”.
13 Gada: senjata tumpul yang terbuat dari baja.
14 Tombak: lembing yang terbuat dari bambu, baja atau kayu yang kadang-kadang memiliki bulu yang menempel di dekat pisau.
15 Parang/Golok: pedang pendek yang biasa digunakan dalam tugas sehari-hari seperti memotong saat menyisir hutan.
16 Trisula: tiga sula atau senjata bercabang tiga
17 Chabang/Cabang: trisula bergagang pendek, secara harfiah berarti “cabang”.

kisah silat

Pencak Silat adalah seni beladiri yang berakar pada rumpun Melayu. Seni beladiri ini banyak ditemukan di Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan negara-negara yang berbatasan dengan negara etnis Melayu tersebut. Banyak ahli sejarah menyatakan bahwa Pencak Silat pertama kali ditemukan di Riau pada jaman kerajaan Sriwijaya di abad VII walaupun dalam bentuk yang masih kasar. Seni beladiri Melayu ini kemudian menyebar ke seluruh wilayah kerajaan Sriwijaya, semenanjung Malaka, dan Pulau Jawa.
Namun keberadaan Pencak Silat baru tercatat dalam buku sastra pada abad XI. Dikatakan bahwa Datuk Suri Diraja dari Kerajaan Pahariyangan di kaki gunung Merapi, telah mengembangkan silat Minangkabau disamping bentuk kesenian lainnya. Silat Minangkabau ini kemudian menyebar ke daerah lain seiring dengan migrasi para perantau. Seni beladiri Melayu ini mencapai puncak kejayaannya pada jaman kerajaan Majapahit di abad XVI. Kerajaan Majapahit memanfaatkan pencak silat sebagai ilmu perang untuk memperluas wilayah teritorialnya.
Kerajaan Majapahit menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara. Hanya kerajaan Priyangan di tanah Pasundan yang tidak dapat dikuasai penuh oleh Kerajaan Majapahit. Tentara kerajaan Priyangan ini terkenal akan kehebatan pencak silatnya. Karena wilayahnya yang terisolir, dan terbatasnya pengaruh Majapahit, seni beladiri kerajaan Priyangan hampir tidak mendapat pengaruh dari silat Minangkabau. Pencak silat priyangan ini terkenal dengan nama Cimande.
Para ahli sejarah dan kalangan pendekar pada umumnya sepakat bahwa berbagai aliran Pencak Silat yang berkembang dewasa ini, bersumber dari dua gaya yang berasal dari Sumatra Barat dan Jawa Barat seperti diuraikan di atas.
Aspek-aspek Pencak Silat
IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) mendefinisikan pencak silat sebagai suatu kesatuan dari empat unsur yaitu unsur seni, beladiri, olahraga, dan olahbatin.Unsur seni merupakan wujud budaya dalam bentuk kaidah gerak dan irama yang tunduk pada keseimbangan, keselarasan, dan keserasian. Unsur beladiri memperkuat naluri manusia untuk membela diri terhadap berbagai ancaman dan bahaya, dengan teknik dan taktik yang efektif.Unsur olahraga mengembangkan kegiatan jasmani untuk mendapatkan kebugaran, ketangkasan, maupun prestasi olahraga.

Teknik Dasar Pencak Silat

Sikap Pasang
Sikap pasang adalah teknik berposisi siap tempur optimal dalam menghadapi lawan yg dilaksanakan secara teknis dan efektif.Sikap pasang dapat berpola serangan atau belaan.Dalam pelaksanaanya sikap pasang merupakan kombinasi dan koordinasi kreatif dari kuda-kuda,sikap tubuh,dan sikap tangan.ditinjau dari taktik penggunaanya terdiri dari

1. Sikap pasang Terbuka
Yakni sikap pasang dengan posisi tangan dan lengan yg tidak melindungi tubuh
sikap pasang terbuka
Sikap Pasang Terbuka

2. Sikap pasang tertutup
Yakni Sikap Pasang dengan posisi tangan dan lengan yg melindungi tubuh. Sikap pasang dalam kombinasi dan koordinasi dengan kuda-kuda meliputi.
a. Sikap pasang dengan kuda-kuda depan sejajar
sikap pasang kuda21
Sikap pasang dengan kuda-kuda depan sejajar


b. Sikap Pasang dengan kuda-kuda badan berputar
sikap pasang kuda22
Sikap Pasang dengan kuda-kuda badan berputar

c. Sikap pasang dengan kuda-kuda serong  depan
sikap pasang kuda23
Sikap pasang dengan kuda-kuda serong  depan
  
  
d. Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap
sikap pasang kuda24Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap

e. Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap
sikap pasang kuda25
Sikap Pasang dengan kuda-kuda tengah menghadap

f. Sikap pasang dengan kuda-kuda tengah menyamping
sikap pasang kuda26
Sikap pasang dengan kuda-kuda tengah menyamping    

  
g. Sikap Pasang dengan kuda-kuda  silang depan
sikap pasang kuda27Sikap Pasang dengan kuda-kuda  silang depan

h. Sikap pasang  dengan satu kaki diangkat
sikap pasang kuda28Sikap Pasang dengan satu kaki di angkat.


Gerak Langka
Gerak langkah adalah teknik berpindah atau mengubah posisi di sertai dengan kewaspadaan mental dan indera secara optimal untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan (Favourable/condusive) dalam rangka mendekati atau menjauhi lawan bagi kepentingan serangan dan belaan yang dilaksanakan secara taktis dan dalam pelaksanaannya selalu di kombinasikan dan di koordinasikan dengan sikap tangan
Gerak Langkah dilihat dari beberapa segi yaitu :
1. Gerak langkah dari arahnya meliputi :
    a. Gerak Langkah ke belakang
    b. Gerak langkah serong kebelakang
    c. Gerak langkah ke kiri
    d. Gerak langkah serong kiri depan
    e. Gerak langkah kedepan
    f. Gerak Langkah serong kanan depan
    g. Gerak langkah ke kanan
    h. Gerak langkah seronh kanan belakang

2. Gerak Langkah ditinjau dari cara melaksanakannya, meliputi :
    a. Gerak langkah angkatan
    b. Gerak langkah geseran
    c. Gerak langkah ingsutan (seseran)
    d. Gerak Langkah putaran

3. Gerak Langkah ditinjau dari pola taktiknya, meliputi
    a. Gerak langkah lurus
    b. Gerak langkahzig-zag(gergaji)
    c. Gerak langkah Segitiga
    d. Gerak langkah ladam (tapal Kuda)
    e. Gerak langkah Liuk (meander)
    f. Gerak Langkah ganda


Tangkisan
Adalah suatu teknik untuk menggagalkan serangan lawan dengan melakukan tindakan menahan serangan lawan dengan tangan,kaki dan tubuh. Contoh tangkisan antara lain Tepis,Gedik,Kelit,Siku dan Potong.

1. Tangkisan Tepis
Yakni tangkisan dengan menggunakan satu atau ke dua telapak tangan terbuka dengan kenaannya telapak dalam,arah gerakannya dari dalam keluar dan atas kebawah.
tangkisan tepisan1Tangkisan Tepis    

2. Tangkisan Gedik
Yakni tangkisan yang kenaanya lengan bawah dalam dengan lintasan dari atas    kebawah
tangkisan gerdik1
Tangkisan Gedik    
tangkisan gerdik2
Tangkisan Gedik    


3. Tangkisan kelit
Yakni tangkisan yg menggunakan satu lengan dengan telapak tangan terbuka  yang   kenaanya telapak tangan luar dan arah dari dalam keluar

4. Tangkisan siku
Yakni tangkisan yang menggunakan siku dengan lintasan dari luar ke dalam.
tangkisan siku1Tangkisan Siku

tangkisan siku2Tangkisan Siku
  
5. Tangkisan potong
Yakni tangkisan yang menggunakan satu tangan dan lengan di gerakkan ke samping seperti gerakan memotong dengan kenaannya lengan bawah luar dengan posisi tangan terbuka.
tangkisan potong1
Tangkisan Potong

tangkisan potong2Tangkisan Potong


Pukulan
Dalam Pencak Silat Olah Raga sesuai dengan peraturan yang ada,disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pukulan adalah berbagai macam teknik serangan yg di lakukan dengan mempergunakan tangan sebagai komponennya.
Jadi secara singkat dapat di jelaskan bahwa dalam Pencak Silat segala teknik pukulan yang terdapat dalam Pencak Silat (dalam bentuk apaun) boleh dipergunakan untuk menyerang yang disahkan dalam upaya memperoleh angka
Dari Sekian banyak teknik yang terdapat dalam pencak silat,dalam pelaksanannya Pencak Silat Olah Raga ternyata tidak dapat dipergunakan,denagn pertimbangan efesiensi dan efektivitas serta keselamatan pesilat.Dalam pertandingan Pencak Silat Olah Raga,teknik pukulan yang sering dipergunakan adalah : pukulan depan,pukulan sangkol/bandul , pukulan samping dan pukulan lingkar.
    Pukulan Depan.
          Pukulan depan adalah pukulan yang dilakukan dengan lintasan lurus kedepan,yang mencapai hasil optimal dapat dilakukan dengan dibantu oleh pergerakan bahu putaran pinggang yang mendukung untuk pemindahan beraat badan kedepan (tangan yang menyerang).Pukulan ini dapat dilakukan dalam dua sikap tubuh yang berbeda,yaitu
      Pukulan depan dengan posisi tangan yang dipergunakan untuk menyerang,sejajar dengan posisi   kaki yang berada didepan (jab)
     Pukulan depan dengan posisi tangan yang dipergunakan untuk menyerang,tidak sejajar dengan posisi kaki yang berada di depan (Straight)
Pukulan depan    
         2.  Pukulan Sangkol
             Yaitu Pukulan yang dilakukan dengan posisi tangan ditekuk (90 %).Lintasan pukulan adalah diayun dari bawah ke atas.Pukulan ini dapat dilaksanakan dengan posisi kaki yg bervariasi,baik dengan posisi kaki depan sejajar dengan tangan yang dipergunakan yuntuk menyerang maupun tidak.
Pukulan Sangkol  
        3. Pukulan Lingkar
            Yaitu pukulan yang dilakukan denagn lintasan pukulan dari arah samping luat tubuh pesilat menuju ke arah dalam tubuh pesilat.Untuk mendukung tercapainya hasil optimal dari pukulan lingkar ini,harus di dukung dengan pergerakan bahu dan pinggang yang searah dengan arah pukulan.hal ini akan menambah bobot dengan adanya dorongan berat badan pesilat ke tangannya.
Pukulan Lingkar  
        4. Pukulan Samping
              Perkiraan dari teknik pukulan samping ini adalah punggung tangan.Adapun lintasan dari samping dalam tubuh pesilat ke arah luar tubuh pesilat.
Pukulan Samping
5.  Tendangan
      Tendangan merupakan teknik dan taktik serangan yang mempergunakan untuk jarak jangkau jauh dan sedang mempergunakan tungkai sebagai komponen penyerang. Dalam Pencak Silat Olah raga ,teknik tendangan yang masuk sasaran mendapat nilai 2
.      Teknik-teknik tendangan yang terdapat dalam Pencak Silat pada prinsipnya dpat dipergunakan untuk menyerang dalam pertandingan pencak silat olah raga. namun sebagaimana halnya dengan pukulan,tidak semua teknik tendangan dapat dipergunakan dan pertandingan,berdasarkan efesiensi pelaksanaan teknik tendangan dan efektifitas untuk memperoleh angka serta keselamatan yang melakukan tendangan tersebut. Teknik tendangan pada pertandingan Olah Raga adalah tendangan  :lurus,Sabit "T",belakang,jejag dan gajul.
      1. Tendangan Lurus
         Tendangan depan/lurus adalah tendangan yang dilakukan dengan lintas lurus ke depan,dengan               perkenaan pada pangkal jari-jari kaki.Variasi dalam pelaksanaa teknik in i antaralain dengan lompatan
Tendangan Lurus
  
           2. Tendangan Sabit
                Tendangan Sabit adalah tendangan yang di lakukan dengan lintasan dari samping (melengkung seperti sabit/arit),perkenaannya pada punggung kaki. Tendangan ini dapat di laksanakan dalam posisi kaki berada di depan maupun di belakang dan dapat pula di variasikan dengan lompatan
Tendangan Sabit

          3. Tendangan " T "
              Tendangan T adalah tendangan yang dilakukan dengan posisi tubuh menyamping dan lintasan tendangan lurus ke samping.Perkenaannya adalah bagian tajam telapak kaki dan tumit. Banyak Variasi dalam pelaksanaanya antara lain : T jepret,T gantung,T lompat
Tendangan " T "
           4. Tendangan Jejag
                Tendangan Jejag adalah tendangan yang dilaksanakan dengan posisi tubuh tegak dan lintasan lurus kedepn,perkenaannya adalah tumit.Selintas tendangan ini mirip dengan tendangan lurus,namun terdapat perbedaan prinsipil dalam pelaksanannya,Jika tendangan lurus dengan melecutkan  tungkai kedepan (seperti gerakan menusuk)sedangkan tendangan gejos dilakukan  denagn terlebih dahulu mengangkat  lutut setinggi mungkin dan kemudian mendorong tungkai kedepan sasaran
Tendangan Jejag/Gejos  
            5.  Tendangan belakang
                  Tendangan belakang  yaitu tendangan yang dilakukan dengan terlebih dahulu memutar tubuh dan sikap tubuh membelakangi lawan,dengan perkenaan pada telapak kaki atau tumit
Tendangan Belakang  
              6.   Tendangan Gajul
                     Tendangan gajul perkenaannya pada tumit se4dang lintasannya adalah dari arah bawah ke atas
Tendangan Gajul
6.    Tangkapan
        Tangkapan merupakan teknik dan taktik serangan pada jarak jangkau dekat dan sedang yang dilaksanakan dengan menangkap salah satu komponen tubuh lawan untuk dilanjutkan dengan bantingan,jatuhan atau kuncian
         Dari segi teknik,tangkapan dapat dilaksanakan dari luar dan dari dalam yang masing-masing disebut tangkapan luar dan dalam
          Tangkapan luar adalah teknik tangkapan yang dilaksanakan dari arah luar tubuh pesilat yang melakukan teknik tangkapan,sedangkan tangkapan dalam adalah teknik tangkapan yang dilaksanakan dari arah dalam tubuh pesilat yang melakukan teknik tangkapan
Tangkapan kaki dari arah luar  
Tangkapan kaki dari arah dalam  
  7.     Bantingan
         Pengertian bantingan adalah teknik dan taktik serangan jarak jangkau dekat yang dilakukan dengan terlebih dahulu menangkap salah satu komponen tubuh lawan untuk selanjutnya,melalui proses mendorong atau menarik,di hempaskan
        dilihat dari titik tumpu penyangganya bantingan dapat dilaksanakan dengan sekurang-kurangnya 4 macam teknik yaitu  : bantingan tungkai,bantingan pinggul,bantingan punggung dan bantingan kaki.
Bantingan tungkai
Bantingan Pinggul
8.     Jatuhan
        Pengertian jatuhan adalah teknik dan taktik serangan pada jarak jangkau jauh dan sedang yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai atau kaki untuk  menjatuhkan lawan
         Teknik jatuhan ini dalam pencak silat lazim disebut teknik sapuan yang dapat di bedakan menjadi 1 macam yaitu :
a.  Sapuan Tegak, Yaiyu menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai yang disapukan dalam posisi tegak kekaki lawan
Sapuan Tegak  
  
b.   Sapuan rebah yaitu teknk menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai yang disapukan dalam posisi rebah ke kaki lawan.
Sapuan rebah depan  
Sapuan rebah belakang
  c.     Besetan yaitu teknik menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan kaki dan tungkai yang dikaitkan ke kaki lawan
Besetan  
    

    d.    Guntingan yaitu teknik menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menjepitkan kedua tungkai pada bagian tubuh untuk diserang
Guntingan  
    e.     Sabetan yaitu serangan menjatuhkan lawan dengan kenaan tulang kering kesasaran betis dengan lintasan dari luar kedalam
Sabetan   

Minggu, 17 Februari 2013

Sejarah Terbentuknya IPSI


Saya coba untuk menyampaikan sejarah singkat IPSI, yang awal keberadaannya tidak lepas dari perjuangan bangsa kita.
  1. Beberapa bulan setelah proklamasi kemerdekaan, akibat agresi belanda, resminya sejak 4 Januari 1946 sampai 27 Desember 1949, Pemerintah RI mengungsi ke Yogyakarta dan Bukittinggi. Sementara Jakarta dan Bandung/Jabar diduduki Belanda. (diduga menjadi faktor kesulitan, mengapa tidak banyak tokoh silat Jabar yg ikut deklarasi pendirian IPSI dan Kongres I IPSI). Pasukan Siliwangi menjadi kekuatan utama Pemerintah RI di Yogyakarta.
  2.  Para tokoh pencak silat (pencak, istilah umum dipakai di Jateng-Jatim, silat/silek, istilah yg biasa dipakai di Sumbar, digabung menjadi kata majemuk 'pencak silat'), memprakarsai terbentuknya Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPPPSI).
Pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, para tokoh pencak silat melalui PPPPSI, mendeklarasikan berdirinya IPSI, dan menunjuk Mr. Wongsonegoro sebagai Ketua Umum. Konggres I IPSI yang tidak lama diselenggarakan setelah deklarasi, mengukuhkan Mr.Wongsonegoro sebagai Ketua Umum PB IPSI, yang bekedudukan di ibukota RI saat itu, Yogyakarta.
  1.  Menyesuaikan kembalinya pusat Pemerintahan RI ke Jakarta pada 1950, PB IPSI ikut pindah dari Yogyakarta ke Jakarta (sebagian personil).
  2.  Selain mempersatukan kekuatan pejuang persilatan, IPSI juga memandang perjuangan melalui olahraga dan pendidikan pencak silat, mempunyai peran besar dalam mempersatukan dan meningkatkan harkat dan harga diri bangsa.
  3. Dipicu pemberontakan DI/TII SM Kartosoewiryo, maka Panglima Territorium III, Kolonel RA Kosasih (terakhir Let Jend TNI), dibantu kolonel Hidayat dan kolonel Harun membentuk PPSI (Persatuan Pencak Silat Indonesia).
Membangun kekuatan teritorial masyarakat melalui pembinaan dengan titik berat pada seni pertunjukan tradisional Ibing Penca dan beladiri pencak silat, guna melawan DI/TII yang beroperasi di Jawa Tengah bagian barat, Jawa Barat, Jakarta, sampai Lampung.
Belakangan, terjadi dualisme pembinaan pencak silat di Jabar dan Jakarta. Masing masing, IPSI, PPSI dan BAPENSI, bersaing masuk acara PON.
  1. Dari catatan sejarah perjuangan olahraga/induk olahraga:
a.       1950, ada KOI (pimpinan Sultan HB IX) dan PORI (pimpinan Widodo Sosrodiningrat).
b.       1951, PORI melebur ke KOI.
c.        1960, menjadi KOGOR (Komando/komite Gerakan Olah Raga).
d.       1962, dibentuk Departemen Olah Raga/DEPORA, dengan Menteri Maladi.
e.       1964, menjelang Asian Games IV, menjadi DORI (Dewan Olah Raga Indonesia) dipimpin ex officio oleh Presiden Soekarno dan Menteri Olah Raga, Maladi.
f.         25 Desember 1965, IPSI ikut mendirikan Sekretariat Bersama Top Organisasi Cabang  Olah Raga. Yang kemudian mengusulkan mengganti DORI menjadi KONI.
g.       31 Desember 1966, IPSI ikut menjadi pendiri KONI, organisasi independen non politik, dengan Ketum Sri Sultan HB IX.
  1. Pada era 1960 an, PB IPSI membentuk laboratorium pencak silat, untuk menyusun aturan baku yang memenuhi kriteria pertandingan olahraga. Para laboran adalah bp. Arnowo Adjie dari Kelatnas Perisai Diri, Januarno dan Imam Suyitno dari PSHT, bp. Hadimulyo, Dr. Rachmadi dan Dr. Djoko Waspodo dari KPS Nusantara. Hasil laboratorium ini mulai di ujicoba pada th 1969. Dipertandingkan pertamakali pada PON VIII th 1973 di Jakarta.
  2. Menjelang Konggres IV IPSI 1973,  dicari calon Ketua Umum PB IPSI untuk menggantikan Mr. Wongsonegoro yang sudah sepuh.
Didapatlah seorang kandidat, yaitu Gubernur DKI Jakarta, Brigjen TNI Tjokropranolo (terakhir berpangkat Let Jend). Diselenggarakan seminar2/diskusi dengan berbagai pihak di Tugu, Bogor, untuk langkah2 pembinaan kedepan. Antara lain dirumuskan aspek2 dalam pencak silat, yaitu Seni, Beladiri, Olahraga dan Kebatinan/Spiritual, sebagai jalur pembinaan lengkap.
Bp Tjokropranolo/bang Nolly, yang memiliki garis keturunan dari pendekar pencak Jawa, Gagak Handoko, dibantu sepenuhnya oleh tokoh2 perguruan:
a.       Tapak Suci : bp Haryadi Mawardi, bp Tanamas.
b.       KPS Nusantara : bp Hadimulyo, Sumarnohadi, Dr.Rachmadi, Dr. Djoko Waspodo.
c.        Kelatnas Perisai Diri : bp Arnowo Adjie HK.
d.       Pashadja Mataram: bp KRT Soetardjonegoro.
e.       PerPI Harimurti: bp. Sukowinadi.
f.         Perisai Putih: bp Maramis, bp Runtu, Sutedjo dan Himantoro.
g.        Putra Betawi: bp. H.Saali.
h.       Persaudaraan Setia Hati/PSH: Mariyun Sudirohadiprodjo, Mashadi, Harsoyo, HM Zain.
i.         Persaudaraan Setia Hati Terate/PSHT: bp Januarno, Imam Suyitno, Laksma Pamuji.
Menyusun rancangan, langkah strategis untuk mengembangkan pencak silat kedepan.
  1.  Kebetulan bang Nolly dan para pendiri  PPSI adalah satu korps, Corps Polisi Militer/CPM. Pembicaraan untuk mempersatukan menjadi lebih lancar. Dimulai dengan Sekretariat Bersama IPSI-PPSI di Stadion Utama Senayan, dilanjutkan dengan pernyataan yang disampaikan Ketua Harian PPSI, bp. H.SUHARI SAPARI di Konggres IV IPSI 1973,  bahwa PPSI bergabung di IPSI, seluruh anggota PPSI otomatis menjadi anggota IPSI. Konggres juga menetapkan Tjokropranolo sebagai Ketua Umum PB IPSI menggantikan Mr Wongsonegoro.
  2.  Oleh Tjokropranolo/ PB IPSI, maka  PPSI dan 9 perguruan tersebut, atas peran jasanya dalam "era baru" IPSI, ditetapkan sebagai perguruan tingkat pusat, dengan hak istimewa, dibebaskan dari syarat umum untuk menjadi anggota tingkat pusat. Dimasa bp Eddie M Nalapraya, kemudian disebut sebagai perguruan historis IPSI.
  3.  Atas saran presiden, untuk mengenalkan pendidikan pencaksilat di sekolah2, agar dimulai dengan olahraga rekreasi/kesehatan massal, dengan menyusun SPI (senam pagi Indonesia), dengan memasukkan unsur2 gerakan pencak silat.
Adapun kurikulum pelajaran pencak silat di sekolah, dengan penyusun bp Mariyun cs, kurang diterima perguruan2 didaerah. Dilain pihak perguruan2 juga belum berhasil menyusun silabus kurikulum sendiri. Sehingga program kurikulum pencak silat di sekolah menjadi kandas. Kedepan hanya bisa dilaksanakan dengan berbasis perguruan.
  1. Bang Nolly mulai merintis diplomasi untuk mendirikan PERSILAT. Mendorong terbentuknya Pengda dan Pengcab IPSI diseluruh Indonesia.
  2. Berganti kemasa bp Eddie M Nalapraya. Aspek2 lengkap mulai dikembangkan. Ada workshop2 untuk pengembangan pencak silat seni dll. Didukung pendanaan yang powerfull dari Bambang Tri, Prabowo Subianto, Rossano Barack dan terakhir Rachmat Gobel.
  3. Pada Konggres/MUNAS XII IPSI 2007, ditetapkan lima perguruan yang memenuhi syarat menjadi anggota tingkat pusat kategori biasa, yaitu, Persinas ASAD, Kalimasada, PSTD Indonesia, Satria Muda Indonesi dan Betako Merpati Putih. 
Demikian. Dalam tiap tahap tentu ada kisah panjang lebar. Titik berat konsep pembinaan ala 1973 tentu harus ada penyesuaian dengan tuntutan jaman. Khususnya bagaimana membina pencak silat tradisional yang mengakar pada budaya nusantara. Perlu pembaruan pemikiran dan strategi.

Postingan Populer

Blogroll

Blogger templates

embed height="200" width="200" pluginspage="http://www.adobe.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="sameDomain" wmode="transparent" menu="false" loop="false" quality="best" swliveconnect="true" flashvars="&col1=d89b09&col2=7cc034&dayAdd=0&cal=true&gig_lt=1248336103578&gig_pt=1248336182359&gig_g=1&gig_n=blogger" src="http://www.widgipedia.com/widgets/orido/Jam-Garuda-Indonesia-4639-8192_134217728.widget?__install_id=1248336094072&__view=expanded">

Blogger news